LIVE NEWSROOM 09 Aug 2026 Berita • Perspektif • Data
TERKINI
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal MainnyaPJ Walikota Pekanbaru Bukan Putra Daerah, Aktivis Akan Demo Besar-BesaranMTQ Tingkat Provinsi di Kota Dumai, Bupati H Zukri SE Lepas Kafilah MTQ Kabupaten Pelalawan

Rusak Parah, Masyarakat Berharap Jalan Penghubung Riau - Sumbar Diperbaiki

Menyebabkan Kecelakaan

Rusak Parah, Masyarakat Berharap Jalan Penghubung Riau - Sumbar Diperbaiki

RIAU AKTUALDETIK.COM - Jalan penghubung antara Provinsi Riau dan Sumatera Barat diduga rawan kecelakaan akubat banyak lubang di sepanjang jalan tersebut, para pengguna jalan dan pedagang kebutuhan pokok meminta agar pemerintah memperbaikinya.

Tidak hanya di sepanjang jalan dari Nagari Mangilang, Kecamatan Pangkalan hingga perbatasan Limapuluh Kota saja, kondisi jalan penghubung antar provinsi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau juga rusak.

“Kerusakan parah terjadi di beberapa titik. Namun lubang-lubang menganga hampir ditemui di sepanjang jalan. Jika tak hati-hati, bisa menyebabkan kecelakaan dan kerusakan kendaraan,” ucap Hen Ladun, 35, pedagang sekaligus pengguna jalan Sumbar-Riau, Senin (4/12).

Pedagang kebutuhan pokok antar provinsi ini sangat berharap kerusakan parah dengan lubang yang menganga cukup dalam segera diperbaiki secepatnya.

“Minimal ratusan lubang di badan jalan ditambal dulu oleh pemerintah daerah, provinsi atau Pemerintah Pusat. Kami tak tau juga soal kewenangan jalan ini. Tapi kami sangat berharap jalan tak lagi rusak,” tambah pengemudi kendaraan pengangkut kebutuhan pokok ini.

Hal yang sama juga disampaikan sopir angkutan beras dan gula merah ke Pekanbaru, Riau, Andri Bendang, 29.

Menurut Andri, kendati sebentar lagi katanya akan dibangun jalan tol Sumbar-Riau, setidaknya sampai tol selesai dibangun dan beroperasi, jalan penghubung ini, tetap diperbaiki.

“Lubang jalan cukup dalam, jika dari arah Limapuluh Kota, persis sebelum rumah makan Kelok Indah. Jika tak hati-hati, bisa-bisa kendaraan terperosok, patah as atau pecah ban di sini. Sebaiknya sebelum tol rampung, jalan utama ini diperbaiki secepatnya,” harap Andri.

Menanggapi keluhan para pedagang antar provinsi ini, Ketua DPRD Limapukuh Kota, Deni Asra mengaku sangat prihatin dan akan menyampaikan kepada pemerintah pusat melalui wakil di DPRD Provinsi maupun secara langsung ke wakil rakyat di DPR RI untuk memperhatikan kondisi jalan penghubung Sumbar-Riau sebagai akses ekonomi kedua provinsi.

“Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Riau dan sebagai salah satu daerah distributor bahan kebutuhan pokok untuk provinsi Riau, kita juga meminta keseriusan pemda dan Pemprov Sumbar menyampaikan kebutuhan akses jalan ini ke pusat,” harap Deni Asra.

Selain akses ekonomi dan dibutuhkan masyarakat kedua daerah, Deni Asra juga menyampaikan, kondisi daerah yang rawan bencana membutuhkan akses jalan yang bagus dan perbaikan berkala yang butuh perhatian setius.

“Pergerakan tanah, longsor dan banjir menyebabkan ruas jalan perbatasan Sumbar-Riau, butuh perhatian ekstra. Sebab jalan kerap kali alami kerusakan,” pungkas Deni Asra, kemarin. (Jawapos)

Sumber: Kutipan