ONLINEBerita terkini. Ringkas. Relevan.
Tabloid NarasiInformasi Berita Lewat Tulisan
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Pekanbaru Raih Penghargaan KompasTV atas Kepedulian Akses dan Infrastruktur Pendidikan

Pekanbaru Raih Penghargaan KompasTV atas Kepedulian Akses dan Infrastruktur Pendidikan

PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru meraih penghargaan KompasTV kategori Daerah Peduli Akses dan Infrastruktur Pendidikan 2026. Penghargaan tersebut diberikan pada puncak peringatan HUT ke-15 KompasTV di Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.

Penghargaan menjadi apresiasi terhadap berbagai upaya Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar dalam memperluas akses pendidikan serta meningkatkan sarana dan prasarana sekolah.

Mewakili Wali Kota Pekanbaru, penghargaan diterima Asisten II Setdako Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Agama RI Nasaruddin Umar.

Ingot mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah kota untuk terus memastikan seluruh anak di Pekanbaru memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

“Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen membangun sumber daya manusia dengan mempermudah akses pendidikan dan memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan untuk bersekolah,” ujar Ingot.

Salah satu program yang terus dijalankan Pemko Pekanbaru adalah Zero Anak Putus Sekolah. Pemerintah melakukan penjaringan terhadap anak usia sekolah yang tidak bersekolah atau sempat terhenti pendidikannya agar dapat kembali mengikuti proses belajar.

Penjaringan dilakukan hingga tingkat kelurahan dengan melibatkan kader Posyandu, PKK dan perangkat wilayah. Masyarakat juga dapat melaporkan anak yang mengalami persoalan pendidikan melalui pemerintah kecamatan maupun perangkat di lingkungan tempat tinggalnya.

Pada 2025, Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat sekitar 1.778 anak yang sebelumnya putus sekolah berhasil dijaring dan diarahkan kembali ke pendidikan formal maupun program kesetaraan Paket A, B, dan C.

Pemko juga membuka akses pendidikan gratis melalui kerja sama dengan sejumlah sekolah swasta. Pada tahun ajaran 2026, pemerintah kota bekerja sama dengan 23 SMP swasta untuk menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, dengan biaya pendidikan ditanggung pemerintah.

Pemerintah kota juga memberikan perhatian kepada anak-anak yang terkendala melanjutkan pendidikan karena ijazah masih tertahan akibat tunggakan biaya sekolah.

Dinas Pendidikan Pekanbaru sebelumnya menyatakan akan membantu penyelesaian persoalan tersebut, termasuk melalui mekanisme pembiayaan yang disepakati dengan pihak sekolah agar siswa dapat melanjutkan pendidikannya.

“Anak-anak tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Kita sekolahkan kembali mereka,” kata Ingot.

Selain membuka akses sekolah, Pemko Pekanbaru juga menjalankan program bantuan seragam bagi peserta didik. Pada tahun ajaran 2026, pemerintah menyiapkan seragam gratis bagi peserta didik baru tingkat SD dan SMP, disertai bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Tidak hanya memperluas akses pendidikan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menyatakan akan terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah secara bertahap.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

Penghargaan KompasTV ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah kota untuk melanjutkan berbagai program pendidikan yang telah berjalan, mulai dari penanganan anak putus sekolah, perluasan akses pendidikan gratis hingga peningkatan fasilitas sekolah.

Bagi Pemko Pekanbaru, target akhirnya bukan sekadar memperoleh penghargaan, melainkan memastikan setiap anak di kota ini memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang dan menyelesaikan pendidikannya tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun persoalan administratif.