Jakarta – Kota Pekanbaru mencatatkan empat pengakuan dalam penyelenggaraan perdana IMT-GT Green City Award 2026 yang digelar di Medan, Sumatera Utara. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang berlangsung pada September 2026.
Penghargaan diterima Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar yang hadir mewakili Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho pada agenda Gala Dinner di JW Marriott Hotel Medan, Rabu (9/9/2026). Penyerahan dilakukan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Pekanbaru mendapatkan pengakuan pada empat bidang pembangunan perkotaan berkelanjutan, yakni Education for Sustainable Development, Urban Biodiversity and Ecosystem Management, Solid Waste Management, serta Sustainable Transportation and Low-Carbon Mobility. Pemerintah Kota Pekanbaru menyebut capaian tersebut sebagai apresiasi terhadap sejumlah program yang diarahkan pada pembangunan kota hijau dan berkelanjutan.
IMT-GT Green City Award sendiri merupakan program yang ditujukan untuk memberikan pengakuan kepada kota-kota di kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand yang mengembangkan pembangunan perkotaan lebih hijau, inklusif, dan tangguh terhadap perubahan iklim. Program ini juga diarahkan untuk mendorong pertukaran praktik pembangunan berkelanjutan antarkota di kawasan IMT-GT.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap upaya yang selama ini dijalankan pemerintah kota dalam mengarahkan pembangunan Pekanbaru menuju konsep Metropolitan Green City.
“Alhamdulillah, ini bukan penghargaan biasa. Pekanbaru dinilai dalam forum internasional yang melibatkan tiga negara dan dihadiri para menteri, kepala daerah, ASEAN, serta Asian Development Bank. Penghargaan ini menjadi pengakuan bahwa arah pembangunan Pekanbaru menuju Metropolitan Green City sudah berada di jalur yang benar,” ujar Agung.
Menurut Agung, capaian tersebut berkaitan dengan berbagai program lingkungan yang dikembangkan pemerintah kota, mulai dari pendidikan lingkungan, perlindungan ekosistem perkotaan, penghijauan, pembenahan pengelolaan sampah hingga pengembangan transportasi dengan emisi lebih rendah.
Pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan memang menjadi salah satu agenda yang telah dijalankan Pekanbaru dalam kerja sama IMT-GT. Pada Mei 2026, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggelar konferensi virtual mengenai praktik terbaik Education for Sustainable Development untuk sekolah dan kota hijau di kawasan IMT-GT.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh masyarakat, petugas kebersihan, sekolah, komunitas, dunia usaha, Pak Wakil Wali Kota, dan seluruh jajaran Pemko Pekanbaru yang terus bekerja mendukung perubahan kota,” kata Agung.
Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak berarti persoalan lingkungan di Pekanbaru telah selesai. Menurutnya, pekerjaan pemerintah berikutnya adalah memastikan program yang dijalankan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Penghargaan ini justru menjadi tanggung jawab bagi saya untuk bekerja lebih keras. Tujuan akhirnya bukan sekadar mendapatkan piala, tetapi menjadikan Pekanbaru semakin bersih, hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan dirinya hadir dalam acara tersebut untuk mewakili Agung Nugroho sekaligus Pemerintah Kota Pekanbaru.
“Saya hadir mewakili Pak Wali Kota Agung Nugroho. Penghargaan ini merupakan pengakuan terhadap kepemimpinan dan komitmen beliau dalam membawa Pekanbaru menuju kota hijau dan berkelanjutan,” kata Markarius.
Pertemuan tingkat menteri IMT-GT ke-32 selanjutnya digelar di Medan pada 10 September 2026 dan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Forum itu juga dihadiri perwakilan pemerintah Malaysia dan Thailand serta membahas penguatan kerja sama ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan IMT-GT.
Agung berharap capaian tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru dan masyarakat untuk melanjutkan pembenahan lingkungan kota.
“Dari Pekanbaru, kita membuktikan bahwa pemerintah daerah juga mampu mencatatkan prestasi dan membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional,” tutup Agung.(advertorial)








