LIVE JUMAT, 21.08.2026 22:26 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 21.08.2026 · 22:26 WIB
CHANNELS

Jeritan Warga Cebolok, Semarang Menghadapi Ketidakadilan

Penggusuran lahan

Jeritan Warga Cebolok, Semarang Menghadapi Ketidakadilan
Warga Cebolok Semarang di rumah salah satu warga untuk berkoordinasi menghadapi permasalahan

SEMARANG AKTUALDETIK.COM  - Warga Cebolok, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang menjerit. 

Pasalnya, tanah yang sudah di tempati berpuluh tahun, yang berada di sebelah Masjid Agung tersebut, kini diakui oleh seseorang yang diduga seorang pengusaha bernama dr. Setyawan.

Kemudian, orang-orangnya yang tidak bertanggung jawab mencoba  menggusur lahan tersebut, dengan mengatasnamakan PT. Mutiara Arta Properti, yang di duga milik pengusaha tersebut.

Segerombolan orang datang, dengan dengan cara mengintimidasi warga dan langsung melakukan penyerobotan sekaligus melakukan pembongkaran paksa rumah warga, dengan tujuan untuk membangun proyek pertokoan/perumahan.

Menurut kuasa hukum warga, Sugiyono, S.E., S.H., M.H., bahwa warga sudah menempati lahan tersebut kurang lebih 30 tahunan, sejak tahun 1990-an.

"Warga sudah menempati lahan ini sudah sejak tahun 1990 an. Bahkan ada yang sebelum tahun itu," jelas Sugiyono, kuasa hukum warga Cebolok kepada awak media saat dikonfirmasi di lokasi penggusuran, Jum'at (25/12/2020).

Sugiyono menambahkan, warga menempati karena lahan ini dulunya merupakan lahan yang tidak pernah di tempati atau tidak di kelola. Jadi tidak bisa disalahkan jika warga menempati lahan tersebuti. 

"Kami sebagai kuasa hukum warga akan memperjuangkan hak warga, karena sama-sama gak punya alat bukti hak yang menguatkan bahwa lahan tersebut milik atas nama dr. Setyawan," imbuhnya.

Upaya apa yang di lakukan oleh Sugiyono adalah dengan menghubungi atau berkoordinasi dengan Polsek setempat

"Kami sudah  melaporkan kasus ini ke beberapa pihak yaitu Polda, Polres dan Polsek, Polsek terkait intimidasi dan teror terhadap warga Cebolok, Polres secara pribadi, Polda terkait penggusuran rumah warga Cebolok. Kenapa kami laporkan ke tiga jajaran itu, karena diduga ada beberapa permasalahan yang berlapis," pungkasnya.

Sementara Joko Setyo, salah satu  warga Cebolok, Semarang yang ditemui menyampaikan, bahwa pihaknya bersama warga yang lain tetap berjuang untuk mempertahankan.

"Kami warga Cebolok, terus akan berjuang sampai titik darah terakhir.  Karena kami hidup di tanah ini sejak lama. Saat kita sempat meminta bukti kepemilikan tanah ini kepada mereka, tidak bisa memperlihatkan. Kalau memang ada bukti kepemilikannya, tunjukkan kepada kami," tegasnya.

Absa

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.

Sumber: Rilis