LIVE KAMIS, 27.08.2026 15:05 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 27.08.2026 · 15:05 WIB
CHANNELS

LAMR Pelalawan Dukung Sikap Tegas Pemda Terhadap PT.TUM dan Ikut Mengawalnya

LAMR Pelalawan Dukung Sikap Tegas Pemda Terhadap PT.TUM dan Ikut Mengawalnya
Foto alat berat milik PT. TUM yang disegel masyarakat Kuala Kampar

Tabloid Narasi - Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Pelalawan (LAMR-KP) menyatakan mendukung sikap tegas Pemda Kabupaten Pelalawan yang telah melakukan penyegelan untuk menghentikan paksa operasional di lahan eks PT. Trisetya Usaha Mandiri (TUM) yang berlokasi di Pulau Mendul, Kuala Kampar. Setelah mendapatkan penolakan yang keras dari masyarakat setempat. 

Dalam siaran persnya Datuk Seri Tengku Zulmizan F. Assagaff selaku Ketua Umum DPH LAMR Kabupaten Pelalawan menyampaikan LAMR-KP juga akan ikut aktif mengawal penghentian operasional perusahaan di Pulau Mendul sampai benar-benar berhenti permanen.

"Untuk itu kami LAMR-KP juga meminta semua pihak, yaitu Pemda, DPRD, aparat keamanan dan masyarakat luas ikut berpartisipasi mengawasi dan mengawal secara intensif, karena selama ini PT. TUM terbukti "bingal" dan membangkang terhadap instruksi Bupati Pelalawan," jelasnya, Kamis (28/07/2022).

Selain itu, kata Datuk Seri Tengku Zulmizan F. Assagaff setelah mencermati aspek legalitas, ekologis dan sosiologis, serta perkembangan yang terjadi, maka LAMR-KP mendukung pemerintah untuk melakukan pencabutan secara permanen terhadap izin PT. TUM di Pulau Mendul. 

"Kami menilai ada yang janggal dalam penerbitan izin perusahaan ini. Lagi pula Pulau Mendul itu hampir seluruhnya adalah gambut, tidak cocok dibuat kebun sawit dalam jumlah yang luas. Pasti akan merusak alam dan lingkungan hidup. Salah-salah Pulau Mendol bisa tenggelam!," kata Datuk Seri Tengku Zulmizan F. Assagaff.

Diketahui, Datuk Seri Tengku Zulmizan F. Assagaff menyebutkan  Pemda Pelalawan telah memberikan peringatan bahwa PT. TUM diduga melanggar Pasal 22 ayat (1) Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pasal 4 PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan  Lingkungan Hidup. Serta Keputusan Bupati Pelalawan Nomor KPTS.522/DPMPTSP/2020/401 tentang Pencabutan Izin IUP-BD Kepala Sawit PT. TUM. 

"Jadi jelas perusahaan ini secara de facto sebenarnya sudah kehilangan legalitas, tapi tetap nekat beroperasi. Jadi wajar masyarakat dan Pemda bereaksi keras! Apa mungkin ada beking kuat di belakangnya,"sebutnya.

Untuk itu, Datuk Seri Tengku Zulmizan F. Assagaff ke depannya LAMR-KP akan turut aktif mengawasi dan mengawal penghentian operasi PT. TUM. Kalau masih tetap "bingal" dan bangkang, maka LAMR-KP akan mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Pelalawan, termasuk mahasiswa dan laskar-laskar dan penggawa Melayu untuk mengusir paksa PT. TUM dari Bumi Tuah Negeri Seiya Sekata.

 "Kita memang butuh investasi untuk membangun daerah, tapi investasi yang bagaimana dulu ? Tentu investasi yang baik dan bersahabat, serta membawa kemaslahatan, bukannya malah membawa kemudharatan dan kerusakan. Kalau yang merusak dan tak beradab, lebih baik berhambus sajalah, Kita tak butuh. Dan untuk itu, kami minta aparat keamanan memperhatikan hal ini secara lebih serius, karena ada potensi konflik horizontal jika tindakan preventif tidak dilakukan,"pungkasnya.***red/rls