ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Libatkan Banyak Pihak, Kepala BKKBN RI Apresiasi Penanganan Stunting di Riau

Libatkan Banyak Pihak, Kepala BKKBN RI Apresiasi Penanganan Stunting di Riau
Media Center Riau

Pemerintahan - Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas upaya penanganan stunting di Provinsi Riau yang melibatkan banyak pihak, termasuk pihak swasta dan akademisi.

Hasto Wardoyo menyebutkan, sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Indonesia, ia melihat TPPS Provinsi Riau yang diketuai oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) sangat luar biasa kerja kerasnya dalam penanganan stunting.

"Riau ini luar biasa (penanganan stunting nya) karena pak gubernur dan wakil gubernur bekerja keras," ucapnya, saat menjadi narasumber dengan tema strategi percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau, berlangsung di Pangeran Hotel Pekanbaru, Senin (25/7/2022).

Kepala BKKBN RI ini mengungkapkan, angka stunting di Provinsi Riau sudah jauh lebih rendah dari angka nasional. Yakni di Provinsi Riau sebesar 22 persen, sedangkan nasional sebesar 24,4 persen.

Ia optimis dengan kekuatan Provinsi Riau yang bergotong royong di masyarakat dalam penanganan stunting ini, maka diharapkan target 14 persen pada tahun 2024 mendatang dapat tercapai.

"Jadi mudah-mudahan Riau ini dibawah kepemimpinan pak wakil gubernur bisa menuju angka 14 persen, dan saya optimis karena kekuatan di Riau gotong royong nya luar biasa," ungkapnya.

Ketua TPPS pusat ini menambahkan, sebelum menjadi narasumber dalam talkshow dengan tema strategi percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau, ia sempat berkunjung ke PTPN V di Jalan Rambutan Kota Pekanbaru.

Jelasnya, di sana ia menemukan contoh kekompakan Tim Pendamping Keluarga yang memiliki kepedulian dalam penanganan stunting ini. Dengan memiliki dapur sehat atasi stunting, yang sumber makanannya gotong royong dari masyarakat setempat

Selain itu sebutnya, contoh lain kesuksesan TPPS di Riau dalam penanganan stunting ini adalah melibatkan perusahaan yang ada di Riau dalam berbagai program penanganan stunting, termasuk dalam program bapak asuh stunting.

"Gerakan Pak Wagubri sebagai ketua TPPS saya apresiasi sekali, ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain," tutupnya.

Sumber: Media Center Riau