ONLINEBerita terkini. Ringkas. Relevan.
Tabloid NarasiInformasi Berita Lewat Tulisan
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Ganda Putra Indonesia Fikri / Bagas Lolos 16 Besar Malaysia Open 2022

Ganda Putra Indonesia Fikri / Bagas Lolos 16 Besar Malaysia Open 2022
Sumber Foto ( google )

Olahraga - Instruksi dari pelatih diakui Muhammad Shohibul Fikri/ Bagas Maulana, pasangan, ganda putra Indonesia membantu mereka saat melewati babak 32 besar Malaysia Open 2022. Fikri/Bagas menang atas Jerman, Jan Colin Voelker/ Jones Rafly Jensen yang diselenggarakan di Axiata Arena, Kuala Lumpur Malaysia Rabu (29/06). Menang dengan permainan straight game dengan skor 21-19 dan 21-6 mengantarkan mereka lolos ke babak 16 besar.

Fikri mengatakan bahwa masih mencoba beradaptasi dengan lapangan sehingga dia dan Bagas sempat tertinggal jauh dari Jan Colin Voelker/Jones Rafly Jansen pada babak pertama. “Tadi di gim pertama, kami beradaptasi di lapangannya masih agak lama, sehingga sempat tertinggal jauh,” ujar Fikri dalam rilis PBSI yang diterima KOMPAS.com.


Namun, Aryono Miranat selaku pelatih Indonesia memberikan bisikan instruksi kepada Fikri/Bagas agar mencoba bermain lebih tenang.
Namun, Aryono Miranat selaku pelatih Indonesia memberikan bisikan instruksi kepada Fikri/Bagas agar mencoba bermain lebih tenang.


Kemudian, permainan Bagas/Fikri lebih berkembang. Mereka mulai bisa leluasa menerapkan permainan menyerang. “Di gim kedua sudah lebih enak. Kondisi lapangan yang kalah angin juga membuat kami berani bermain menyerang,” kata Fikri. “Lebih leluasa karena di gim pertama lapangannya menang angin. Jadi, lebih hati-hati,” tutur Fikri lagi.


 

Sumber: Kompas