LIVE NEWSROOM 09 Aug 2026 Berita • Perspektif • Data
TERKINI
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal MainnyaPJ Walikota Pekanbaru Bukan Putra Daerah, Aktivis Akan Demo Besar-BesaranMTQ Tingkat Provinsi di Kota Dumai, Bupati H Zukri SE Lepas Kafilah MTQ Kabupaten Pelalawan

Tenaga Kurang, Pemerintah Prioritaskan Pengadaan ASN 2021

Guru, Kesehatan, & Teknis

Tenaga Kurang, Pemerintah Prioritaskan Pengadaan ASN 2021

JAKARTA AKTUALDETIK.COM - Mengingat kebutuhan untuk mendukung program pembangunan nasional maka sangat diperlukannya pengadaan calon aparatur sipil negara untuk tahun 2021 bagi tenaga guru, kesehatan, dan teknis.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pemerintah akan memprioritaskan pengadaan ASN tersebut.

"(Sebanyak) 1,6 juta ASN yang tenaga adminsitrasi itu banyak diberikan tugas sebagai guru, sebagai penyuluh kesehatan dan memang kebutuhan guru, perawat, bidan, dan dokter baik di puskemas pembantu, puskesmas di kecamatan maupun di rumah sakit rujukan sangat kurang sekali," kata Tjahjo dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, Kamis (19/11).

Selain itu, adanya covid-19 menjadikan infrastuktur kesehatan masuk dalam skala prioritas pembangunan tahun anggaran 2021.

"Maka pemunuhan SDM ini menjadi perhatian bersama," tuturnya.

Terkait kebijakan kebutuhan ASN 2021, Tjahjo mengatakan Menpan RB juga sudah mengeluarkan surat Menpan: B/584/M.SM.01.00/2020. isi surat tersebut antara lain peniadaan pengadaan ASN tahun 2020. Kemudian usulan pengadaan di tahun 2020 diakumulasikan pada usulan 2021.

"Mudah-mudahan anggaran tercukupi," ujarnya.

Kemudian batas akhir usulan pada agustus 2020 melalui aplikasi e-formasi Kemenpan RB. Pemerintah ingin mencoba kebutuhan kementerian lembaga dan daerah mengenai ASN ditekankan sesuai kebutuhan. 

"Kalau memang yang pensiun 10 tidak harus menerima ASN harus 10, harus 2 harus 1 tidak masalah karena dengan sistem e-government ini akan bisa kita mempraktiskan tata kelola pemerintahan ini," tuturnya.

Kemenpan RB juga meminta kepada seluruh kementerian instansi lembaga 

daerah untuk terus melakukan pemetaan dan penyederhanaan birokrasi serta penyesuaian jabatan dan analisa beban kerja pegawai dengan mempertimbangkan perkembangan tugas dan fungsi organ yang dinamis. 

"Jadi optimalisasi pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pelaksanaan pekerjaan dan pelaksanaan kepada masyarakat dan berbagai penyesuaian dalam sistem manajamen ASN dalam situasi tatanan kenormalan baru saat ini," ungkapnya.

Sementara itu Komisi II DPR mendukung Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait kebijakan pengadaan CPNS dan PPPK tahun 2021 yang dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan ASN nasional dengan menyediakan alokasi formasi untuk tenaga honorer. 

Editor : Ishak

Sumber: Kutipan