Program Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Terealisasi, Tingkatkan Kepuasan Masyarakat

Program Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru Terealisasi, Tingkatkan Kepuasan Masyarakat

Pekanbaru, Riau – Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar mencatat capaian pembangunan yang signifikan dalam satu tahun terakhir. Berbagai program strategis berhasil direalisasikan secara bertahap, terukur, dan terintegrasi, sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan publik serta kepuasan masyarakat.

Transformasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, penguatan layanan dasar, serta peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah Kota menegaskan bahwa seluruh kebijakan diarahkan untuk menciptakan kota yang lebih bersih, sehat, tertata, dan berdaya saing.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Pekanbaru menekankan pendekatan pembangunan berbasis hasil (outcome-based development). Setiap program tidak hanya dirancang untuk memenuhi target administratif, tetapi juga memastikan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa seluruh capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolaboratif lintas perangkat daerah serta dukungan masyarakat.

“Kami memastikan setiap program bukan hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pekanbaru,” ujarnya.

Sejumlah program strategis telah berhasil direalisasikan dan memberikan dampak luas, di antaranya program Gerakan Serbu Sampah serta pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Pemerintah juga melakukan penertiban 175 tiang reklame serta penanaman 15.000 pohon sebagai bagian dari penguatan konsep Pekanbaru Green City. Upaya penegakan aturan terhadap pembuang sampah ilegal turut diperketat guna menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan bersih.

Di bidang infrastruktur dan pengendalian banjir, pemerintah melakukan penanganan 20 titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta perbaikan drainase dan Daerah Aliran Sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Selain itu, lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan jalan dipasang, serta wifi gratis dihadirkan di sejumlah titik publik.

Dalam sektor pelayanan publik, inovasi diwujudkan melalui Mobil AMAN sebagai layanan administrasi kependudukan keliling. Pemerintah juga mempercepat layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam. Di sisi lain, pelunasan utang daerah sebesar Rp467 miliar menjadi langkah penting dalam memperkuat stabilitas fiskal daerah.

Pada bidang pendidikan dan sosial, Program Zero Putus Sekolah berhasil menjangkau 1.778 anak, dengan 757 anak kembali ke bangku pendidikan formal. Pemerintah juga menangani permasalahan ijazah tertahan serta menyediakan perlengkapan sekolah bagi siswa yang membutuhkan. Program beasiswa pendidikan jenjang S1 hingga S3, termasuk bagi Hafiz Al-Qur’an, turut diperluas sebagai investasi sumber daya manusia.

Untuk mendukung wajib belajar 13 tahun, program 1 PAUD 1 Kelurahan diintegrasikan dengan layanan posyandu. Program ini diperkuat melalui pelatihan kader posyandu sebagai strategi penurunan stunting dan peningkatan kualitas generasi masa depan. Pemerintah juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis serta Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di sisi sosial dan solidaritas, Pemerintah Kota Pekanbaru turut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi daerah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total bantuan miliaran rupiah sebagai bentuk kepedulian antar daerah.

Pada sektor ekonomi, Program Rp100 Juta per RW menjadi salah satu instrumen pemberdayaan masyarakat. Selain itu, bazar pangan murah di 50 lokasi digelar untuk menjaga daya beli masyarakat. Penguatan koperasi melalui Koperasi Merah Putih di setiap kelurahan serta pemberdayaan UMKM juga terus didorong sebagai penggerak ekonomi lokal.

Dalam bidang budaya dan olahraga, Pekanbaru berhasil meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau serta sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu digelar untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong ekonomi kreatif. Gaya hidup sehat masyarakat juga didukung melalui event Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, berbagai reformasi dilakukan melalui percepatan layanan perizinan, digitalisasi sistem, serta peningkatan kapasitas aparatur melalui pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu, termasuk pemberian tunjangan kinerja ke-14.

Untuk aspek keamanan dan lingkungan, Pemerintah Kota meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112 sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat masyarakat. Di sektor lingkungan, kota juga mulai mengembangkan proyek waste to energy (WTE) sebagai inovasi pengolahan sampah menjadi energi.

Pekanbaru juga aktif mendukung Program Strategis Nasional (PSN), di antaranya program Makan Bergizi Gratis dengan 27 dapur umum yang melayani ribuan porsi per hari, Koperasi Merah Putih di 83 kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui smartboard di sekolah, pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penguatan UMKM, pengelolaan sampah terpadu berbasis LPS, pembangunan 42 unit rumah layak huni serta rehabilitasi 12 unit rumah, dan pengembangan 20.000 sambungan jaringan gas kota.

Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menerima penghargaan peringkat dua nasional pada Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari pemerintah pusat atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.

Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan bahwa seluruh capaian ini menjadi fondasi penting dalam melanjutkan transformasi jangka panjang menuju kota yang lebih modern, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, agar Pekanbaru semakin maju dan berdaya saing,” tutup Wali Kota.(Advertorial/red) 

 

Komentar Via Facebook :