LIVE JUMAT, 21.08.2026 17:07 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 21.08.2026 · 17:07 WIB
CHANNELS

Sejumlah Jamaah Haji Positif Covid-19 Usai Pulang Dari Tanah Suci Mekkah

Sejumlah Jamaah Haji Positif Covid-19 Usai Pulang Dari Tanah Suci Mekkah
Sumber Foto ( google )

Nasional - Jammah haji indonesia usai kembali dari Tanah Suci Mekkah tercatat 13 orang positif terpapar Covid - 19, para jamaah teridentifikasi Covid setelah mengikuti tes PCR setibanya di Indonesia.

"Sudah lebih dari 11 ribu jemaah haji Indonesia yang pulang ke Tanah Air sejak 15 Juli 2022. Dari jumlah itu, ada laporan bahwa 13 jemaah di antaranya terindikasi positif Covid-19," demikian bunyi keterangan Kemenag dalam laman resminya, sebagaimana dikutip Rabu (20/7).


Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief kembali mengingatkan para jamaah haji Indonesia, khususnya yang masih berada di Arab Saudi untuk tetap waspada akan potensi penularan Covid-19.
Hilman mengatakan bahwa setelah puncak haji ada sejumlah jamaah dan petugas yang mengalami flu berat, meski saat ini masih bisa diatsi dengan meminum obat dan vitamin.

"Kami tentu saja di sini terus melakukan sosialisasi dan penyadaran, penguatan kesadaran kepada seluruh jemaah bahwa kehati-hatian tetap perlu dilakukan," kata Hilman.


Hilman mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya belum akan mengeluarkan kebijakan untuk tes antigen kepada seluruh jemaah yang baru tiba di Indonesia.

"Sampai saat ini kita belum mengeluarkan kebijakan untuk tes kepada seluruh jemaah, sebagaimana skenario dulu bahwa tes mungkin dilakukan bagi jemaah yang kedapatan sakit atau mendapatkan gejala-gejala yang memiliki indikasi sama dengan Covid," ujarnya.

"Selama jemaah itu sehat walafiat dan segar bugar, kita tidak melakukan tes hingga saat ini," sambungnya.


Hilman menjelaskan ketika tiba di Indonesia, tidak semua embarkasi melakukan tes antigen terhadap jemaah haji. Meski demikian, sudah ada edaran dari Kementerian Kesehatan bahwa agar jemaah yang sudah sampai ke Indonesia dapat mengontrol kesehatan dirinya.
Ia menegaskan bahwa saat ini juga tidak ada aturan karantina sepulang haji. Namun, selama 21 hari mereka tetap dapat memantau perkembangan kesehatannya sendiri.

"Bila ada gejala-gejala, langsung bisa ke tenaga kesehatan," ujar Hilman.

Hilman turut mengimbau jemaah yang akan kembali ke Indonesia, untuk menyiapkan energi cukup, jangan terlalu kelelahan. Sebab, hal itu dapat menurunkan imunitas.
Padahal, perjalanan pulang ke Indonesia cukup panjang, mulai perjalanan dari hotel ke bandara, masa tunggu di bandara, hingga perjalanan ke Tanah Air.

"Itu juga cukup menyita energi. Hal-hal semacam ini kita harapkan juga harus siap siaga untuk semua petugas dan terutama jemaah," pungkasnya.

Kementerian Agama (Kemenag) mencatat 13 jemaah haji Indonesia terpapar virus corona (Covid-19) usai kembali dari Tanah Suci Makkah. Mereka teridentifikasi Covid setelah mengikuti tes PCR setibanya di Indonesia.
"Sudah lebih dari 11 ribu jemaah haji Indonesia yang pulang ke Tanah Air sejak 15 Juli 2022. Dari jumlah itu, ada laporan bahwa 13 jemaah di antaranya terindikasi positif Covid-19," demikian bunyi keterangan Kemenag dalam laman resminya, sebagaimana dikutip Rabu (20/7).

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengingatkan para jemaah haji Indonesia, khususnya yang masih berada di Arab Saudi untuk tetap mewaspadai potensi penularan Covid-19.

Dia mengatakan bahwa setelah puncak haji ada sejumlah jemaah dan bahkan petugas yang mengalami flu berat, meski sampai saat ini dapat diatasi dengan meminum obat dan vitamin.

"Kami tentu saja di sini terus melakukan sosialisasi dan penyadaran, penguatan kesadaran kepada seluruh jemaah bahwa kehati-hatian tetap perlu dilakukan," kata Hilman.

Kendati begitu, Hilman mengatakan bahwa untuk saat ini pihaknya belum akan mengeluarkan kebijakan untuk tes antigen kepada seluruh jemaah yang baru tiba di Indonesia.

"Sampai saat ini kita belum mengeluarkan kebijakan untuk tes kepada seluruh jemaah, sebagaimana skenario dulu bahwa tes mungkin dilakukan bagi jemaah yang kedapatan sakit atau mendapatkan gejala-gejala yang memiliki indikasi sama dengan Covid," ujarnya.

"Selama jemaah itu sehat walafiat dan segar bugar, kita tidak melakukan tes hingga saat ini," sambungnya.

Hilman menjelaskan ketika tiba di Indonesia, tidak semua embarkasi melakukan tes antigen terhadap jemaah haji. Meski demikian, sudah ada edaran dari Kementerian Kesehatan bahwa agar jemaah yang sudah sampai ke Indonesia dapat mengontrol kesehatan dirinya.

Ia menegaskan bahwa saat ini juga tidak ada aturan karantina sepulang haji. Namun, selama 21 hari mereka tetap dapat memantau perkembangan kesehatannya sendiri.

"Bila ada gejala-gejala, langsung bisa ke tenaga kesehatan," ujar Hilman.

Hilman turut mengimbau jemaah yang akan kembali ke Indonesia, untuk menyiapkan energi cukup, jangan terlalu kelelahan. Sebab, hal itu dapat menurunkan imunitas.

Padahal, perjalanan pulang ke Indonesia cukup panjang, mulai perjalanan dari hotel ke bandara, masa tunggu di bandara, hingga perjalanan ke Tanah Air.

"Itu juga cukup menyita energi. Hal-hal semacam ini kita harapkan juga harus siap siaga untuk semua petugas dan terutama jemaah," pungkasnya.

Sumber: CNN Indonesia