ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Kacau, Warga Keluhkan Aturan Zonasi Menyulitkan Karena Kordinat Tak Sesuai Data

Pendidikan

Kacau, Warga Keluhkan Aturan Zonasi Menyulitkan Karena Kordinat Tak Sesuai Data
Suasana Saat Antri di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Kamis (30/06/2022).

Tabloid Narasi - Lonjakan antrian di kantor Dinas Pendidikan Pekanbaru, warga keluhkan pengurusan zonasi, Kamis (30/6/2022).

Ratusan warga tersebut terlihat berkerumun demi  urusan yang menurut mereka cukup menyulitkan.

Seorang warga Palas Ermita mengatakan dia mengurus akun karena anaknya menganggur selama satu 1 tahun.

"Semoga anak saya bisa sekolah kembali, lanjutnya sekolah di tempat yang diinginkan dan sesuai zonasi aturan Disdik kota Pekanbaru", harapnya.

Berdasarkan pantauan Tabloid Narasi, rata-rata keperluan warga yang mengantri terkait kesalahan  koordinat rumah, tidak sesuai dengan zonasi pilihan sekolah dan pindah dari luar kota. Juga sebagaian warga mengurus data orang tua murid tidak sesuai dengan Kartu Keluarganya.

Rata-rata warga mengeluhkan waktu yang lama karena harus mengantri dengan antrian yang ramai, dan juga terlihat petugas dinas pendidikan sibuk nelpon.

Menurut mereka jumlah petugas dinas yang melayani masyarakat terlalu sedikit, sehingga kurang memadai dan membuat mereka geram.

Harapannya dilayani dengan baik dan sistem perbaikan data siswa sesuai dengan kartu keluarga (KK), sehingga bisa mempermudah orang tua dan siswa untuk mendaftarkan anaknya disekolah sesuai dengan aturan dari Dinas Pendidikan kota Pekanbaru.***red/rfm