VERDANT LIVE DESKBerita bertumbuh dari fakta.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Riau Akan Jalin Kerjasama dengan Malaysia untuk Tekan Kasus Peredaran Narkoba

Riau Akan Jalin Kerjasama dengan Malaysia untuk Tekan Kasus Peredaran Narkoba
Media Center Riau

Pemerintahan -  Pemprov Riau mewacanakan akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Negeri Jiran Malaysia dalam rangka antisipasi peredaran Narkotika. Sejak lama, kedua negara ini Malaysia dan Indonesia masih menjadikan peredaran Narkotika sebagai konsen untuk dituntaskan.

Gubernur Riau Syamsuar mengungkapkan hal ini kepada wartawan saat ditemui di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh pada 26 Juni 2022, Syamsuar menekankan upaya pemberantasan peredaran narkoba harus selalu dilakukan.

“Dalam setiap kesempatan, kami selalu menyampaikan kepada semua pihak untuk memberikan perhatian besar terhadap peredaran Narkotika, khususnya di Provinsi Riau. Tentunya momentum di Hari Anti Narkotika Nasional, sudah selayaknya masalah ini menjadi perhatian kita bersama,” kata Syamsuar, Senin (27/6/2022)

Karena saat ini Riau termasuk dalam salah satu daerah dengan tingkat peredaran narkoba cukup besar di Indonesia. Syamsuar mengklaim bahwa Pemprov dan stakeholder terkait telah melakukan upaya untuk menangani masalah peredaran narkoba. Meski demikian usaha tersebut tetap membutuhkan dukungan dari masyarakat.

“Kami bersama dengan Bapak Kapolda, Danrem dan BNN, untuk membicarakan ini dengan pemerintah Malaysia. Pemerintah Malaysia akan mempersiapkan (dashboard) dengan Indonesia. Kami juga sudah lapor dengan Pak Mendagri kita,” tuturnya.

Pemprov Riau berharap, kata Syamsuar, dengan adanya kerjasama ini setidaknya mampu mengurangi peredaran Narkotika, khususnya di Provinsi Riau. Terlepas dari semua itu, menurut Syamsuar, hal yang paling penting dalam upaya penanganan Narkotika, khususnya di daerah, yakni kesiapan masyarakat.

“Waktu di Bengkalis, dan di mana-man saya selalu bicara mengenai bahaya dan upaya pemerintah dalam penanganan narkoba. Saya mohonlah, kiranya masyarakat juga bisa saling bantu-membantu untuk mengatasi peredaran narkoba. Karena tak bisa hanya mengharapkan pemerintah saja, tapi juga perlu dukungan dari masyarakat,” tuturnya.

Sumber: Media Center Riau