ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Gubri Bakal Tindak Tegas Kepsek yang Bermain Rombel saat Pendaftaran PPDB SMA/SMK

Gubri Bakal Tindak Tegas Kepsek yang Bermain Rombel saat Pendaftaran PPDB SMA/SMK
Media Center Riau

Pemerintahan - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar akan menindak tegas kepala sekolah (Kepsek) SMA/SMK di Provinsi Riau jika ada yang bermain rombongan belajar (Rombel) atau kelas untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online. 

"Kepsek jangan buat kebijakan sendiri, karena ada kejadian, misalnya ditambahnya rombelnya, tolong ini pak  Plt Kadis Pendidikan diawasi," pinta Gubri saat meluncurkan aplikasi website PPDB SMA/SMK Riau tahun ajaran 2022/2023, di Gedung Daerah Riau, Senin (20/6/2022). 

"Kalau ada ketahuan kepsek berbuat seperti itu, pasti saya tindak tegas. Sebab yang menanggu itu kami, karena kami yang kena kritik. Macam-macam orang kritiknya," tegas Gubri dihadapan kepala sekolah SMA/SMK di Pekanbaru.

Karena itu, Gubri meminta kepsek untuk tidak menambah Rombel. Misalnya ada 2 rombel, dalam satu Rombel untuk 38 orang siswa siswa kali dua, maka jangan ditambah-tambah. 

"Ini maaf, mudahan-madahan tak betul dugaan saya. Ini ada kepentingan, ada usaha (Kepsek) untuk mencari fulus (uang). Kalau memang ketahuan seperti itu saya akan kasih tahu pak Kapolda dan pak Kejati," tegasnya lagi. 

"Jadi jangan main-main soal ini (PPDB). Saya sudah tiga tahun di sini, jadi saya faham. Padahal PPBD ini tujuan terbuka, sehingga tidak ada hal-hal yang mengganggu kelancaran PPDB. Harapan saya semoga bapak ibuk amanah semua, jadi kepala sekolah yang betul-betul dapat melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya," tukasnya. MC Riau/amn

Sumber: Media Center Riau