ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Adanya Larangan Ekspor CPO Petani Sawit Ngaku Rugi Rp11 Triliun

Adanya Larangan Ekspor CPO Petani Sawit Ngaku Rugi Rp11 Triliun
Ilustrasi dari google petani sawit

NASIONAL - Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia ( Apkasindo ) Gulat Manurung mengungkapkan dampak larangan ekspor CPO cukup memukul para petani sawit. Jika diakumulasikan, kerugian petani sawit pada saat mulai adanya larangan ekspor CPO sudah triliunan rupiah, sehingga berimbas pada kesejahteraan mereka. Baca juga: Asosiasi Petani Sawit Tuntut Pencabutan Larangan Ekspor "Akibat penghentian ekspor CPO sendiri, para petani di seluruh Indonesia sudah merugi hingga Rp11,7 triliun," ujar Gulat saat melakukan demonstrasi menuntut pencabutan larangan ekspor CPO, Selasa (17/5/2022).

Gulat menjelaskan angka tersebut didapatkannya dari total kerugian petani yang yang tandan buah segar (TBS) sudah dipanen namun tidak terserap oleh perusahaan. Di samping itu adanya kebijakan larangan ekspor juga membuat harga TBS petani terjun bebas dari sebelumnya Rp4-5 ribu saat ini hanya seribu perak.

Gulat mengatakan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para perwakilan dari petani sawit hari ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang sudah cukup banyak merugikan para petani.

"Aksi keprihatinan ini bentuk penderitaan petani sawit yang hari ini harga TBS kami sudah tidak ada, bahkan pabrik sudah banyak tutup, tangki penuh karena tidak ada ekspor," kata Gulat.

Sumber: Sindo