ONLINEBerita terkini. Ringkas. Relevan.
Tabloid NarasiInformasi Berita Lewat Tulisan
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Peningkatan kasus narkoba

Kasus Narkoba di Jawa Tengah 2020, Tercatat Meningkat 2%

Kasus Narkoba di Jawa Tengah 2020, Tercatat Meningkat 2%
Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, Dirresnarkoba Polda Jateng (berdiri) memberikan penjelasan, terkait kasus-kasus Narkoba di Jawa Tengah dalam Pers Release akhir tahun di Gedung Borobudur Polda Jateng, Rabu (30/12/2020) Foto : Absa

SEMARANG AKTUALDETIK.COM  - Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah mencatat, kasus narkoba selama 2020 meningkat dibandingkan tahun 2019.

Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko menjelaskan, untuk kasus narkotika mengalami peningkatan dari 1.340 menjadi 1.342 kasus. Psikotropika dari 98 naik menjadi 127 dan bahan aditif dari 271 naik menjadi 276.

"Sehingga jumlahnya naik dari 1.709 menjadi 1.745 atau naik 2 persen," jelasnya saat pers release akhir tahun yang dihadiri Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi di Gedung Borobudur, Mapolda Jawa Tengah, Rabu (30/12/2020).

Prasetyoko menambahkan, tapi untuk jumlah tersangka narkotika, mengalami penurunan, dari 1714 menjadi 1686. Hal ini dikarenakan, Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah serius, gencar menangkap bandar dan pengedar.

"Untuk pemakai adalah korban, sehingga kita koordinasi dengan BNN untuk dilakukan rehabilitasi, sehingga kita eliminasi korban dari pengguna narkoba," ucapnya.

Untuk kategori pengguna narkoba, selama 2020 jumlah terbanyak adalah swasta, dengan 1.150 orang, buruh 345 orang, pengangguran 181 orang, mahasiswa 35 orang, pelajar 28 orang, tani 26 orang PNS 9 orang dan Polisi 6 orang.

"Untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan mahasiswa, pelajar dan masyarakat, Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah berkoordinasi dengan BNN dan LSM gencar melakukan sosialisasi dan penyuluhan," terangnya.

Selain dengan penyuluhan, untuk menekan tingginya kasus narkoba di Jawa Tengah, Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah berkoordinasi dengan BNN melakukan patroli narkoba, di wilayah perairan dan bandar udara.


Absa

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.

Sumber: Rilis