LIVE JUMAT, 21.08.2026 19:28 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 21.08.2026 · 19:28 WIB
CHANNELS

Beredarnya Hoax Karena Sok Pintar Pingin Eksis Lebih Dulu

Dua karakter penyebaran berita Hoax

Beredarnya Hoax Karena Sok Pintar Pingin Eksis Lebih Dulu
Narasumber Talk show Prime Topic Dialog Bersama Parlemen, (dari kiri) Ridwan Sanjaya, (Rektor Unika Soegijapranata Semarang), Agung Kristianto (Kabid Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah), Muhammad Saleh, ST, (Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah), Prast (Host) di Hotel Noorman Semarang Senin, (14/12/2020)

SEMARANG AKTUALDETIK.COM  - Dunia kian dikuasai oleh media sosial (medsos), baik dalam hal berkomunikasi antar sesama manusia, maupun dalam hal mencari berita atau kabar yang diinginkan. Sayangnya, medsos seringkali menjadi tempat memperoleh informasi yang tidak akurat, tidak valid bahkan berita-berita bohong atau hoax.

Namun sayangnya lagi, karakteristik masyarakat kita justru paling cepat percaya dan merespons semua kabar, termasuk berita hoax. 

Apalagi, informasi hoax tersebut sedang viral atau heboh dijagad maya. Hoax telah menjadi bagian tak terpisahkan dari cepatnya laju berita di era digital sekaligus menjadi penyebab munculnya permusuhan, pertikaian. perpecahan, pegambilan keputusan tanpa dalil kebenaran, dan tentunya pembodohan. 

Media informasi turut memberi andil dalam penyebaran hoax. Untuk itu, dituntut tanggung jawab pada semua pengeluaran media agar menyajikan kabar yang benar, kredibel dan tidak menyesatkan pembaca. 

Di sinilah, masyarakat kita dituntut untuk cerdas dan senantiasa mengedukasi diri dan keluarganya, dengan melihat dan membaca kabar-kabar terpercaya dari media yang bertanggungjawab, serta senantiasa crosscheck setiap kabar yang diterima, baik dari aplikasi pertemanan, maupun situs-situs pemberitaan.

Menurut Rektor Unika Soegijapranata, patut disayangkan pula, karakter budaya masyarakat kita, yang sok pintar dalam bermedia sosial dan merasa lebih eksis dari pada yang lain, jika pertama kali mengirim atau menyebar informasi di komunitasnya. Walaupun sebenarnya, mereka juga tidak tidak paham akan dampak dari informasi yang disebarnya.

"Jadi ini agak keras ya. Banyak masyarakat yang merasa sok pintar dan merasa lebih eksis dari yang lain, jika pertama kali menyebarkan informasi di komunitasnya. Padahal mereka tidak tahu jika berdampak negatif atas informasinya yang disebarkan," jelas Ridwan Sanjaya, Rektor Unika Soegijapranata Semarang dalam Talk show Prime Topic Dialog Bersama Parlemen, yang digelar Trijaya FM, dengan judul Berlindung Dari Hoax di Hotel Noorman Semarang, Senin (14/12/2020).

Disampaikan juga oleh Ketua Komisi A DPRD Jateng, bahwa ada 2 karakter penyebaran berita Hoax, yaitu dengan target tertentu dan tanpa target. 

"Dikatakan tanpa target, karena penyebar informasi tidak paham bahwa yang disebarkan itu adalah berita hoax. Hanya ingin diakui oleh komunitasnya, bahwa penyebar itu menerima informasi lebih dulu dibanding yang lain," jelas Muhammad Saleh, ST, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah di event yang sama.

Jika memiliki target, lanjut Saleh, ada 2 target yang diharapkan, yaitu secara politis dapat menurunkan kredibilitas seseorang dan dapat membuat kegaduhan di masyarakat.

Sedang Kabid Infokom, Dinas Kominfo Provinsi Jateng menyampaikan, bahwa timbulnya hoax berawal dari budaya yang ada di masyarakat, yang senang berbagi. Maksudnya, walaupun tidak berbagi rezeki, hanya berbagi informasi kepada masyarakat lain.

"Namun di Jawa Tengah sendiri, berita-berita hoax tidak berpengaruh secara spesifik terhadap situasi keamanan di masyarakat," kata Agung Kristianto, Kabid Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah.


Absa

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.

Sumber: Rilis