LIVE NEWSROOM 09 Aug 2026 Berita • Perspektif • Data
TERKINI
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal MainnyaPJ Walikota Pekanbaru Bukan Putra Daerah, Aktivis Akan Demo Besar-BesaranMTQ Tingkat Provinsi di Kota Dumai, Bupati H Zukri SE Lepas Kafilah MTQ Kabupaten Pelalawan

Izin Lab.Biomolekuler Rp.10 M Pekanbaru Diperkirakan Keluar Pekan Depan

Memeriksa Sampel Swab

Izin Lab.Biomolekuler Rp.10 M Pekanbaru Diperkirakan Keluar Pekan Depan

PEKANBARU AKTUALDETIK.COM - Laboratorium biomolekuler milik Pemko Pekanbaru, yang berada di RS.Madani masih belum dapat beroperasi untuk umum, karena izin operasional masih sedang diproses oleh pemerintah pusat.

Direktur RSD Madani David Oloan mengungkapkan, operasi laboratorium biomolekuler masih terkendala izin dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BalitbangKes).

Layanan laboratorium biomolekuler akan dikhususkan bagi hasil uji usap tenggorokan (swab) pasien Covid-19, dan laboratorium itu nantinya hanya mampu melayani pemeriksaan sampel swab hingga 1.000 sampel dalam sehari.

Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru, Dr. Firdaus mengatakan pemerintah sudah menganggarkan Rp. 10 miliar untuk pengadaan laboratorium biomolekuler tersebut.

Pihaknya saat ini masih menanti izin dari Balitbangkes RI untuk izin operasional. Ia memperkirakan izin tersebut baru dikeluarkan pada pekan depan. 

"Sekarang masih proses (izin). Nunggu izin dari pusat. Mungkin minggu besok sudah keluar izinnya," ujar David.

Menurutnya, jika izin operasional untuk umum telah dikeluarkan, maka pihaknya akan langsung mengoperasikan laboratorium biomolekuler. Pemeriksaan sampel swab untuk umum sudah dapat difungsikan.

Warga Kota Pekanbaru dapat melakukan pemeriksaan swab di laboratorium milik Pemko Pekanbaru ini. Saat ini pihaknya telah memfungsikan alat laboratorium tersebut. 

Laboratorium saat ini hanya melakukan pemeriksaan swab secara internal, karena belum bisa beroperasi untuk umum. 

"Lab nya sudah kita fungsikan untuk internal. Kita periksa yang internal saja, seperti pasien yang sedang dirawat di RSD Madani. Tapi kalau izin sudah keluar, kita akan langsung buka untuk umum," terangnya.

Editor : Ishak

Sumber: Rilis