ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Asisten III Paparkan Materi Pemanfaatan Tanah Ulayat Pada Dies Natalis ke-7 Universitas Pahlawan

Asisten III Paparkan Materi Pemanfaatan Tanah Ulayat Pada Dies Natalis ke-7 Universitas Pahlawan
Asisten III Setda Kampar saat hadiri Dies Natalis ke 7 Universitas Pahlawan

BANGKINANG KOTA - Pj Bupati Kampar Hambali,SE,MH yang diwakili oleh Asisten III Bidang Adm Umum dan Kepegawaian Setda Kampar Ir Azwan,M.Si. sebagai narasumber pada Seminar Nasional Dies Natalis ke-7 di Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang. Kamis,(22/2/2024).

Dalam pemaparannya, Azwan menegaskan terkait tanah ulayat yang agar seluruh Perusahan yang produksinya dan dikelolah oleh Koperasi dan Hak Guna Usaha Usaha (HGU) telah habis, maka tanah atau lahan dikembalikan kepada Ninik mamak untuk anak kemanakan masing-masing.

“Kita inginkan nantinya ada agar tanah ulayat bisa terdaftar atas nama ninik mamak, karena apabila tidak terdaftar, akan kembali ke Negara dan apabila telah terdaftar maka melalui kesepakatan ninik mamak nantinya akan dapat dibagikan ke anak kamanakan atau masyarakat.”harap Azwan. 

Sementara itu Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Bangkinang Prof Dr Amir Luthfi dalam arahan singkat menjelaskan bahwa seminar ini selain secara langsung, juga dikuti oleh sebanyak 500 peserta secara Zoom termasuk para Camat dan Kepala Desa.

Terkait Tanah Ulayat, Prof Luthfi juga menyebut bahwa dengan dilaksanakan seminar ini persoalan sengketa atau persoalan lahan masyarakat dengan perusahaan dengan mudah diselesaikan apabila kita bisa mengimplementasikan Tali Bapilin Tigo, Tigo Tungku Sajoangan.

“Terkait lahan masyarakat atau adat, sebetulnya kita sudah ada perdanya sejak 1999 yang ditandatangan Bupati. Selain itu, juga telah ada aturan dari Kementrian ATR/BPN.”ujar Lutfhi 

Luthfi juga memaparkan bahwa dalam aturan Perda Tahun 1999 menjelaskan, agar ulayat yang dikelolah oleh Koperasi suatu Perusahaan supaya dibuatkan SK (Surat Keputusan, apabila Hak Guna habis maka tanah kembali ke Ulayat. Dengan demikian, perlu implementasi agar munculnya berkeadilan.
 
Turut hadir sebagai narasumber Plh Gubernur Riau yang diwakili Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Riau DR Arden Simeru,S.Pd,M.Kom, Dosen Fakultas UII Yogyakarta Prof Dr Muhammad Syamsudin yang memaparkan terkait keberadaan dan Pemanfaatan Ulayat Dulu, Sekarang dan akan Datang dan Guru Besar Agraria Pusat Kajian Hukum Agraria dan Adat Fakultas Hukum UNAND Prof Dr Kurnia Warman,SH,M.Hum terkait Pendaftaran tanah ulayat untuk menuntaskan pengakuan dan melindungi keberadaanya.

Sumber: Diskominfo Kampar