ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Dishub Pekanbaru Tawarkan Pekerjaan Jukir ke Pak Ogah

Dishub Pekanbaru Tawarkan Pekerjaan Jukir ke Pak Ogah
Di ambil dari Google kepala Dishub Pekanbaru

PEMERINTAHAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, menawarkan pekerjaan sebagai juru parkir (jukir) kepada Pak Ogah yang biasa mangkal dan mengatur lau lintas secara ilegal di u-turn atau tempat berputar balik arah.

"Kami memberikan solusi kepada mereka. Kami menawarkan pekerjaan, salah satunya menjadi jukir," ujar Kepala Dishub Kota Pekanbaru Yuliarso, Selasa (11/4).

Yuliarso menyampaikan, keberadaan Pak Ogah di tiap-tiap u-turn sangat dilarang karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas terutama di jam-jam sibuk sehingga sering dikeluhkan pengendara.

Di samping itu, aktivitas yang dilakukan pak Ogah juga telah melanggar Undang-undang tentang Lalu Lintas karena menggangu fungsi jalan dan dapat dipidana maksimal 1 tahun penjara atau didenda sebesar Rp24 juta.

"Kalau ini tidak menjadikan efek jera kepada mereka, kita akan mengambil tindakan yang lebih tegas," Terangnya.

Untuk meminimalisir keberadaan Pak Ogah, Yuliarso juga menghimbau kepada pengendara agar tidak memberikan sumbangan di jalanan karena hal itu akan membuat pak Ogah lainnya semakin bermunculan.

"Jadi kita mohon kepada masyarakat supaya jangan memberikan apapun kepada Pak Ogah ini. Karena ini yang membuat mereka tetap bertahan," tutup Yuliarso. 

Sumber: Pekanbarugoid