ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Pekanbaru Deflasi di Akhir Maret, Harga Bahan Pokok Tertentu Turun

Pekanbaru Deflasi di Akhir Maret, Harga Bahan Pokok Tertentu Turun
Di ambil dari Google sekdako pekanbaru

PEMERINTAHAN - Pekanbaru mengalami deflasi 0,17 persen pada akhir Maret. Hal ini dipengaruhi turunnya harga bahan pokok yang gampang bergejolak.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Kamis (6/4). "Ternyata, inflasi nasional juga mengalami penurunan 0,3 persen," kata indra pomi. 

Sebenarnya, inflasi dapat dikendalikan jika masyarakat mengatur pola belanja. Masyarakat cukup membeli keperluan sesuai kebutuhan.

"Jangan beli barang hanya untuk disimpan di rumah dalam jangka waktu tertentu. Agar, barang-barang yang tersebut juga bisa dibeli oleh keluarga lain," ucapnya.

Sementara itu, deflasi itu disebabkan turunnya sejumlah harga bahan pokok tertentu muda bergejolak. Bahan pokok mudah bergejolak itu antara lain, cabai, bawang, dan beras.

"Turunnya harga bahan pokok tertentu itu bukan karena daya beli masyarakat menurun. Daya beli masyarakat cukup baik. Hal itu terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 6,85 persen," Terang Indra Pomi Nasution. 

Sumber: Pekanbarugoid