ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Disperindag Menghimbau Masyarakat Agar Lebih Waspada Takjil Yang Mengandung Bahan Berbahaya

Disperindag Menghimbau Masyarakat Agar Lebih Waspada Takjil Yang Mengandung Bahan Berbahaya
Ilustrasi di ambil dari Google

PEMERINTAHAN - Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat agar mewaspadai adanya takjil atau sajian buka puasa yang mengandung bahan berbahaya. Apalagi pada pekan kemarin tim Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru mendapati makanan mengandung bahan berbahaya di Pasar Ramadan.

Mereka menemukan kerupuk tempe mengandung Boraks dan cendol delima mengandung Rhodamin B. Temuan itu sesuai hasil uji sampel terhadap puluhan makanan yang dijual di Pasar Ramadan.

"Kita imbau masyarakat untuk waspadai adanya makanan atau minuman buka puasa yang mengandung bahan berbahaya," terang Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin.

Dirinya mengaku sejak awal sudah mengingatkan para pedagang untuk menjual makanan ataupun minuman yang layak konsumsi di Pasar Ramadan. Mereka harus memastikan takjil yang dijual higienis sehingga layak konsumsi.

Zulhelmi berulang kali mengatakan bahwa jangan sampai pembeli malah sakit usai membeli takjil. Ia tidak ingin temuan bahan berbahaya dalam makanan maupun minuman di Pasar Ramadan terulang lagi.

"Jangan sampai sakit perut orang membeli di sana, ini bulan puasa kan. Kita tentu tidak ingin hal ini terjadi lagi," ulasnya.

Tim dari dinas bakal bekerjasama dengan Balai BPOM Pekanbaru untuk melakukan pengawasan terhadap produsen. Mereka melakukan monitoring di swalayan hingga pusat perbelanjaan.

Sumber: Pekanbarugoid