LIVE JUMAT, 04.09.2026 20:13 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 04.09.2026 · 20:13 WIB
CHANNELS

Menteri KKP Lepas Ekspor Perdana Lobster Budidaya GPLI di Bali

Panen Lobster

Menteri KKP Lepas Ekspor Perdana Lobster Budidaya GPLI di Bali
Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melihat langsung panen lobster hasil budidaya dikelola PT. Lautan Berkah Perkasa (LBP)

BALI AKTUALDETIK.COM  - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono melihat langsung panen lobster hasil budidaya dikelola PT. Lautan Berkah Perkasa (LBP) yang tergabung dalam asosiasi Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) di Sumberkima Buleleng Bali. Hasil panen ini langsung diekspor ke China dan merupakan ekspor perdana lobster budidaya dari asosiasi GPLI.

"Ini adalah satu bukti, saya menyakini budidaya itu berkesinambungan, menjaga kelestarian lingkungan, kelestarian sumberdaya lobster," terang Menteri Trenggono di Sumerkima Buleleng Bali, Rabu (20/01)

Sehingga kalau ini bisa dikembangkan kata menteri KKP terus dibeberapa wilayah yang lain akan sangat bagus, akan meningkatkan ekonomi nelayan di sini.

"Tadi saya melihat beratnya ada yang sampai satu kilo lebih dan itu waktunya satu tahun, ada juga 4 bulan sudah bisa panen. Satu luas sekotak ini nilainya bisa 24 ton, kalau rata rata 1 juta, itu sudah Rp 24 miliar. Itu sangat besar," rincinya.

Lebih lanjut dikatakan menteri KKP, kita harus yakini mampu dan bisa menahan diri. Jika nelayan menjadi bagian yang ikut dibina, mereka juga akan bisa ikut sejahtera.

"Tuhan sudah memberikan alam kita yang begitu luar biasa. Pesan saya jelas, budidaya ini akan kita kembangkan. Itu bukan menjadi tanggungjawab Dirjen Budidaya. Saya akan all out ini akan dapat dikembangkan di dalam negeri," tegasnya.

Sementara itu Ketua GPLI Gunawan Suherman menyampaikan, bahwa Indonesia memiliki semua potensi untuk menjadi negara pengekspor lobster terbesar di dunia. 

"Kami akan jadikan Sumberkima sebagai Lobster Estate pertama di Indonesia dan berikutnya akan kami kembangan sampai ke seluruh pelosok nusantara. GPLI menargetkan ekspor lobster hasil budidaya sebesar 30 ribu ton per tahun yang kami capai dalam waktu 10 tahun. Sehingga ke depan semakin banyak benih yang terserap untuk dibudidayakan di dalam negeri," terang Gunawan. 

Lebih lanjut Gunawan mengatakan, dalam pelaksanaannya GPLI juga akan bermitra dengan nelayan menggunakan sistem inti plasma.

Dampak positif lainnya yaitu berkembang pula budidaya kerang yang menjadi pakan utama lobster. Ratusan ribu nelayan budidaya dan tangkap akan semakin meningkat kesejahteraannya.

"Bisa anda bayangkan 30 ribu ton lobster memerlukan 360 ribu ton pakan kerang. Bila diasumsikan harga kerang Rp 10 ribu setiap kilogram maka potensi pendapatan nelayan pembudidaya kerang saja mencapai Rp 3,6 triliun per tahun. Bukankah ini juga merupakan potensi pendapatan sangat luar biasa untuk nelayan," paparnya.

Karena itu kata Gunawan, GPLI sangat bersemangat untuk memberikan kontribusi dalam pengembangan budidaya lobster dalam negeri agar kesejahteraan nelayan semakin merata dan meningkat.

"Kita pasti bisa," kata Gunawan 


(lskandar)

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi.

Sumber: Rilis