LIVE JUMAT, 21.08.2026 20:56 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 21.08.2026 · 20:56 WIB
CHANNELS

Warga di Gusur Pengembang Mengadu ke Walikota, Begini Akhirnya....

Mengadu ke Walikota di over ke Gubernur

Warga di Gusur Pengembang Mengadu ke Walikota, Begini Akhirnya....
Sugiyono, S.E., S.H., M.H, kuasa hukum warga Cebolok Semarang saat memberikan keterangan pers usai datangi Walikota. Senin (28/12/2020). Foto : Absa

SEMARANG AKTUALDETIK.COM  - Jeritan warga Cebelok, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang akhirnya diadukan ke Walikota Semarang hingga Gubernur Jawa Tengah pada Senin (28/12/2020).

Dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, Sugiyono, S.E., S.H., M.H, sejumlah warga yang tinggal di sebelah Masjid Agung Jawa Tengah, Jl. Gajah, Semarang ini mengadu ke Gubernur Jateng.

Namun oleh pihak Gubernuran, disarankan ke Walikota Semarang, karena obyek hukumnya berada di wilayah Kota Semarang.

"Walikota saat ini sedang Plt dan tidak ada di kantor, sehingga warga tidak dapat bertemu," kata Sugiyono, usai mendampingi warga ke gedung Balaikota Semarang.

"Hari ini kita mengirim surat ke Walikota, untuk audiensi, dari sana akan menjawab surat kita, kita menunggu 14 hari kedepan ya," lanjutnya. 

Terkait adanya pertemuan mediasi, yang difasilitasi oleh pihak Kelurahan Sambirejo, rencana pertemuan antara warga dengan pengembang, disampaikan Sugiyono, bahwa pertemuan yang di agendakan nanti malam, ditunda dengan alasan pihak pengembang belum siap.

"Kami akan melihat perijinan projek ini, amdalnya bagaimana, dan lainnya. Dengan berbagai jajaran kita akan terus berkoordinasi," tandasnya.

Adanya informasi, bahwa sebagian warga ada yang telah menerima uang tali asih dari pengembang, Sugiyono menanyakan apa alasannya ?

"Alasan dalam penggantian rugi itu apa? Sedang masyarakat sudah menduduki lahan ini lebih dari 30 tahun. Menurut UU yang ada, jika lahan tanah sudah ditempati selama lebih tigal puluh tahun dan tidak dimanfaatkan oleh pemilik, ini sudah dapat dimiliki oleh seseorang. La selama ini kemana aja pemiliknya ?... Kok main gusur begitu aja. Ayam aja harus punya kandang baru, bila mau dipindahkan," tegasnya.

Jika dikaitkan dengan unsur pidana, tindakan pengembang merupakan suatu perbuatan melawan hukum.

"Secara pidana sudah terpenuhi, yakni adanya pengrusakan sebagian atau keseluruhan bangunan warga. Secara perdata mungkin saja tanah ini bukan milik warga, tapi disitu ada rumah yang dibangun oleh warga. Kedua belah pihak merasa saling memiliki, oleh karena itu, jika ingin mediasi silahkan. Secara pasti, jika akan dilakukan eksekusi, eksekusi atas  lahan tersebut, harus sudah ada putusan inkracht (putusan berkekuatan hukum tetap, red) dari pengadilan. Lalu mana surat putusannya," tandasnya.

Menurut Sugiyono, tuntutan warga hanya ingin diperlihatkan surat kepemilikan dari dr. Setiawan. Dan warga juga tidak ingin selamanya menetap di lahan tersebut. Warga mau keluar dari lahan ini, jika ada alas bukti kepemilikan atas tanah tersebut yang sah.

"Warga tidak mau macam-macam, mereka mau keluar dari lahan ini kalau sudah diperlihatkan legalitas tanah tersebut.  Jika ada penggantian uang, ya ganti untunglah, jangan ganti rugi," ungkap Sugiyono.

Absa

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.

Sumber: Rilis