ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Wakili Pj Bupati Kampar, Asisten II Suhermi Buka FGD Penataan Candi Muara Takus

Wakili Pj Bupati Kampar, Asisten II Suhermi Buka FGD Penataan Candi Muara Takus

Bangkinang Kota,- Pj Bupati Kampar Hambali, SE, MBA, MH yang diwakili oleh Asisten II Setda Kampar, Suhermi, ST, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD) tentang Penataan Candi Muara Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar pada hari Selasa, 24/09/2024.

Dalam FGD tersebut, turut hadir Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP), Dahlan Prayogi Midian, Tenaga Ahli Wiendu Nuryanti, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, Zamhur, Camat XIII Koto Kampar, Zulfikar, serta para pemangku kepentingan terkait.

Asisten II Setda Kampar, Suhermi, dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada para peserta FGD terkai Penataan Candi Muara Takus. 

Ia menyampaikan bahwa Candi Muara Takus merupakan ikon penting dari Kabupaten Kampar yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi. Suhermi berharap, melalui FGD ini, Candi Muara Takus dapat masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), sehingga penataan dan pengembangan kawasan candi bisa dilakukan lebih optimal.

"Melalui diskusi ini, kami berharap dapat menemukan langkah-langkah strategis untuk menjadikan Candi Muara Takus sebagai destinasi wisata unggulan yang terkelola dengan baik, serta mendukung upaya pelestarian situs bersejarah ini," ujar Suhermi.

Sementara itu Perencanaan Teknis Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman (PKP), Dahlan Prayogo Midian mengatakan Diskusi yang berlangsung intensif ini membahas berbagai aspek penataan, termasuk pengembangan infrastruktur, aksesibilitas, serta upaya pelestarian situs cagar budaya tersebut. 

Dengan adanya FGD ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, para ahli, dan pemangku kepentingan dapat menciptakan perencanaan yang komprehensif untuk kemajuan Candi Muara Takus. (adv)

Tag berita