ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Pj. Kerua TP PKK Kab. Kampar Kunjungi Balita Penderita Stunting Di RSUD Bangkinang

Pj. Kerua TP PKK Kab. Kampar Kunjungi Balita Penderita Stunting Di RSUD Bangkinang
PJ. Ketua PKK Kampar saat sambangi balita stunting di RSUD Bangkinang

Bangkinang Kota - Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Kampar drg. Yusi Firdaus, MM melakukan kunjungan kepada balita Penderita Stunting yang sedang dirawat di  RSUD Bangkinang  pada Ahad, (29/10).Khalif Rahman Simamora usia 2 Tahun berjenis kelamin laki-laki merupakan buah hati dari pasangan bapak Khairul Azzam dan ibu Lindawati warga Desa Tanjung Rambutan Kecamatan Kampar, yang sejak beberapa waktu lalu diketahui menderita Stunting dikarenakan gizi buruk.


Khalif sapaan bocah ganteng ini seperri dilaporkan memiliki berat badan yang jauh dari normal untuk anak balita seusianya, pada awal diketahui berat badan Khalif hanya 8,0 Kg yang semestinya 12,2 Kg-14,3 Kg. Dan untuk kondisi sekarang balita tersebut setelah dilakukan berbagai perawatan kini telah mengalami kenaikan berat badan meski belum sesuai harapan yakni mengalami kenaikan dari 8.0Kg menjadi 8,9 Kg dan ini dapat dikatakan telah terjadi perubahan san peningkatan kesehatan.

"Ini harus menjadi perhatian bagi kita semua atas kasus Stunting yang masih ada di Kabupaten Kampar, dan harus menjadi fokus utama kita salam memberikan perhatian kepada anak yang menserita Stunting" demikian dikatakan Yusi saat mengunjungi ruang perawatan anak Umar 4 pada RSUD Bangkinang, dan seperti diketahui ini bukan kunjungan kali pertama yang telah dilakukannya.

Yusi juga memberikan pengarahan dan arahan kepada orang tua Balita penderita Stunting tersebut agar untuk memperhatikan pola asuh, pola makan yang harus syarat gizi seimbang. 

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya kejadian stunting pada anak yakni faktor langsung seperti asupan nutrisi dan penyakit infeksi, sedangkan faktor tidak langsung yakni pendidikan dan pengetahuan orang tua, pendapatan, distribusi makanan, dan besar keluarga. Faktor ibu seperti postur ibu, jarak kehamilan yang terlalu dekat, pernikahan dini, serta kecukupan gizi saat hamil" ucap Yusi menjelaskan.

Sumber: Diskominfo Kampar