LIVE JUMAT, 28.08.2026 02:03 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 28.08.2026 · 02:03 WIB
CHANNELS

Buya Syafii Meninggal Dunia Ketua PBNU Sebut Buya adalah Orang Tua yang Dicintai dan Dikasihi

Buya Syafii Meninggal Dunia Ketua PBNU Sebut Buya adalah Orang Tua yang Dicintai dan Dikasihi
Sumber Foto ( google )

Nasional - Ucapan bela sungkawa atas wafat nya tokoh bangsa Prof. Dr. Syafii Maarif, MA yang merupakan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1998-2005 disampaikan langsung oleh KH Yahya Choliol Staquf atau Gus Yahya selaku Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ). "Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh keluarga besar Nahdlatul Ulama, saya menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga Buya, kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama, kepada keluarga besar Muhammadiyah, kepada segenap bangsa," kata Gus Yahya di Gedung PBNU, Jumat, 27 Mei 2022.

Gus Yahya menyatakan bahwa Buya Syafii merupakan seorang guru, pengasuh rohani, orang tua yang dicintai, yang dikasihi. "Kehilangan besar bagi kita semua dengan kepergian Buya," tuturnya.  Gus Yahya menyampaikan bahwa saat ini menjadi tanggung jawab generasi saat ini untuk melanjutkan kerja-kerja besar yang telah dilakukan oleh Buya Syafii Ma’arif. "Sekarang, menjadi tanggung jawab kita semua untuk melanjutkan visi, dan idealisme Buya," ujarnya.  "Semoga barakah dari perjuangan yang digeluti Buya seumur hidup, terus langgeng, memberkahi kita semua di dalam pergulatan kita memperjuangkan kemuliaan bagi peradaban kita bersama," paparnya. 

Buya Syafii Maarif meninggal pada Jum’at 27 Mei 2022 pukul 10.15 di Yogyakarta dalam usia 86 tahun dikarenakan sakit sesak nafas.  Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah memiliki hubungan yang sangat baik. Periode awal Buya Syafii Maarif menjadi ketua umum Muhammadiyah tahun 1998, PBNU dipimpin KH Abdurrahman Wahid. Pada 1999 KH Hasyim Muzadi menjadi ketua umum PBNU. Para tokoh tersebut sering berdiskusi dan berdialog untuk menjaga kokohnya paham kebangsaan di Indonesia. 


 

Sumber: VIva