ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Cuaca Panas BMKG Mencatat Beberapa Daerah Mengalami Kenaikan Suhu Udara

Cuaca Panas BMKG Mencatat Beberapa Daerah Mengalami Kenaikan Suhu Udara
Ilustrasi ( google )

Nasional - Dari 92 Stasiun BMKG menganalisis pengukuran suhu udara permukaaan sepanjang 40 tahun terakir menunjukan peningkatan yang bervariasi. Secara umum kenaikan suhu udara lebih nyata terasa di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.


Berdasar kan keterangan tertulis yang dibuat Pelaksana tugas Deputi Klimatologi BMKG,  Urip Haryoko yang dikutip dari website resmi BMKG, penjelasan bertolak dari rilis BMKG pada minggu ke dua Mai tentang suhu panas dibeberapa wilayah hingga menimbulkan kekawatiran akan terjadinya gelombang panas seperti yang terjadi di India.


Urip menjelaskan BMKG mencatat suhu udara di Sumatera bagian timur, Jawa bagian utara, Kalimantan dan Sulawesi bagian utara mengalami kenaikan suhu lebih dari 0,3 derjat Celsius per dekade. Penigkatan suhu permukaan tertinggi tercatat dari Stasiun Meteorologi Temindung, Kalimantan Timur sebesar 0,95 derjat per dekade.


Urip juga menjelaskan peningkatan suhu udara terendah tercatat dari Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin, Bima NTB sebesar 0,1 derjat celsius.
"Sedangkan suhu udara permukaan di wilayah Jakarta dan sekitarnya meningkat dengan laju 0,40-0,47 derajat Celsius per dekade,"   


Menurut Urip, suhu panas yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada Mei ini tak bisa diatribusikan secara langsung ke tren kenaikan suhu atau pemanasan global di atas. "Perubahan iklim harus dibaca dari rentetan data iklim yang panjang, tidak hanya dari satu kejadian," katanya.

Untuk kejadian anomali suhu udara pada Mei ini, Urip menerangkan, disebabkan posisi semu reguler Matahari terhadap Bumi, yang diamplifikasi dinamika atmosfer skala regional dan meso.


 

Sumber: Tempo