LIVE KAMIS, 27.08.2026 13:11 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 27.08.2026 · 13:11 WIB
CHANNELS

Kapolres Karo : Paham Radikalisme Tidak Boleh Berkembang, Apalagi di Tanah Karo

Paham Radikalisme

Kapolres Karo : Paham Radikalisme Tidak Boleh Berkembang, Apalagi di Tanah Karo
Kapolres Karo, AKBP Yustinus Setyo Indriono, SH,MH.SIK

KARO AKTUALDETIK.COM  - Dimasa Situasi Pandemi covid-19 yang berkepanjangan saat ini, hendaknya kita hidup dengan situasi aman dan damai, cukuplah kita dipusingkan memikirkan situasi ekonomi yang semakin sulit ini.

"Hendaknya kita jangan lagi dibebani dengan hal-hal yang sifatnya merusak kedamaian di Negeri ini, Pemerintah sudah cukup capek memikirkan pandemi covid-19, dana yang dikucurkan untuk menanggulangi virus ini sudah begitu banyak, semua anggaran telah dikucurkan untuk memutus mata rantai covid-19," terang Kapolres Karo, AKBP, Yustinus Setyo Indriono,SH,MH.SIK saat berbincang dengan wartawan, Selasa 22 Desember 2020 siang dikantornya, Jalan Veteran Kabanjahe.

"Kita lihat sekarang ini dibanyak pemberitaan, dimasa pandemi kita dilarang berkumpul, berkerumun, tapi masih saja ada yang melakukan demo-demo demi seseorang atau satu kelompok dengan membawa issu Agama. Akibatnya dapat dipastikan yang tertular virus covid-19 semakin banyak dan semakin tak terkendali.

Oleh karenananya, kita sebagai warga Negara yang baik dan sebagai Aparat ( TNI/Polri ), kita akan tindak tegas bila ada yang mengancam keamanan Negara Republik ini, kita akan menindak tegas siapapun yang bertindak radikalisme, karena apapun dan siapapun dibelakangnya," tambahnya.

"Negara tidak boleh kalah oleh satu kelompok atau golongan yang ingin memecah belah Persatuan dan Kesatuan NKRI", Ucap Kapolres.

Masih kata Kapolres, mengapa Organisasi ini besar,…? karena membawa-bawa suatu Agama, padahal sudah jelas Agama berpedoman kepada satu Alkitab, kalau Islam mereka berpedoman kepada Kitab Suci Alquran.

Maka Kitab suci itu apabila jatuh ketangan orang yang benar, maka dia akan membawa kemaslahatan bagi masyarakat banyak, namun bila jatuh ketangan orang jahat, maka dia akan menghancurkan suatu kaum bahkan Bangsa, sebutnya.

Bapak Kapolres Karo yang beragama Katolik ini menegaskan bahwa, di Tanah Karo hingga saat ini kondusif, aman dan terkendali, karena masyarakatnya sangat memegang teguh Adat dan Budaya Karo.

Masyarakat Karo saling menghargai walaupun berbeda Agama, berbeda Suku tapi ada semacam pepatah yang mereka pegang dan yakini yakni, Rakut Sitelu, tutur Siwalu, Sepuluh dua tambah sada, yang secara garis besarnya dapat diartikan bahwa, Masyarakat Karo tidak memandang perbedaan, Pendatang yang datang akan mereka rangkul dijadikan saudara.

Sehingga dapat dipastikan paham radikalisme tidak akan bisa berkembang di Tanah Karo, dan sampai saat ini hal demikian tidak pernah ada, bila ada gejala-gejala kearah sana, Maka kita tidak akan segan-segan untuk menindak dan membasminya, karena paham radikalisme mengancam sendi-sendi kehidupan bernegara, tutup Yustinus.


Ali/Humas Polres karo

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.

 

Sumber: Rilis