LIVE KAMIS, 27.08.2026 11:36 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 27.08.2026 · 11:36 WIB
CHANNELS

PGN Kirim Surat Penolakan, Aksi 2112 Di Jateng Dibatalkan

Pembatalan aksi unjuk rasa

PGN Kirim Surat Penolakan, Aksi 2112 Di Jateng Dibatalkan
Bagus Soedihartono Ketua Patriot Garuda Nusantara (PGN) Jawa Tengah.

SEMARANG AKTUALDETIK.COM  - Adanya penolakan dari ormas dan masukkan dari beberapa ulama Jawa Tengah, terhadap agenda aksi unjuk rasa yang direncanakan agan digelar di depan Mapolda Jateng, dengan tuntutan meminta pembebasan HRS tanpa syarat dan meminta Polri untuk mengusut tuntas aksi penembakan 6 laskar FPI di Tol Cikampek beberapa waktu lalu, pada Senin (12/12/2020) besok, akhirnya dibatalkan.

Menurut Ketua Patriot Garuda Nusantara (PGN), Bagus Soedihartono menyampaikan, bahwa sebelumnya pihaknya sudah mengirim secara resmi, surat penolakan terhadap aksi unjuk rasa yang akan di gelar di depan Mapolda tersebut.

Kerena menurut Bagus, hal itu tidak sesuai dengan maklumat Kapolri yang melarang kerumunan masyarakat di tengah situasi pendemi saat ini dan ormas-ormas yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan.

"Di tengah pandemi seperti ini, seharusnya menghindari kerumuman, sesuai maklumat yang dikeluarkan Kapolri. Dan menurut kami, demo seperti itu sangat membahayakan," tutur Bagus via telpon, Minggu (20/12/2020)

Yang jelas, lanjutnya, semua warga negara harus patuh terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami dari PGN Jateng mendukung penuh, langkah tegas Polri dalam menertibkan ormas-ormas yang berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa," tegasnya.

Pembatalan aksi unjuk rasa yang rencananya akan digelar besok di Polda Jawa Tengah, tersebut, diungkapkan Korlap Aksi 2112 Djayendra Dewa, melalui unggahan video pada Minggu (20/12/2020).

Djayendra Dewa mengungkapkan,  bahwa pembatalan aksi tersebut atas masukan-masukan dari Para Ulama di Jawa Tengah.

"Pada saudaraku kamu muslimin se-Jawa Tengah, saya selaku Korlap Aksi 2112 menyampaikan bahwa, berdasarkan masukan dari para ulama di Jawa Tengah dan agar kondisi berjalan kondusif, maka agenda aksi kita ganti dengan audiensi," ungkapnya.

Meski agenda aksi tersebut dibatalkan namun Djayendra Dewa mengatakan bahwa berdasarkan kesepakatan dengan Polda Jawa Tengah aksi tersebut akan di ganti menjadi audiensi di Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah.

"Demi kebaikan kita semuanya maka kami menyambut positif masukan-masukan tersebut agar semua berjalan kondusif maka agenda aksi yang akan di gelar tanggal 2112 akan diganti dengan audiensi di gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah," paparnya.

Dalam audiensi tersebut, direncanakan akan mengundang perwakilan dari panitia aksi 2112 sebanyak 5 personil.

"Saya harapkan, semua bisa memahami dengan pertimbangan ini, Insya Allah perjuangan kita akan berlanjut dan tetap Istiqomah," tutupnya.

Absa

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.

Sumber: Rilis