LIVE KAMIS, 27.08.2026 06:53 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 27.08.2026 · 06:53 WIB
CHANNELS

Hingga Awal Desember 2020 Secara Nasional Angka Positip Covid-19 Capai 563.580 Orang

Data positif Covid19 terus bertambah.

Hingga Awal Desember 2020 Secara Nasional Angka Positip Covid-19 Capai 563.580 Orang
Dari.kiri : Dosen Fisip Undip, Retna Hanani, Kadinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman.

SEMARANG AKTUALDETIK.COM  - Pandemi Covid-19 di Tanah Air belum juga usai. Hingga jumat 4 Desember 2020, secara nasional, total angka positif Covid-19 telah mencapai 563.580 orang. Selama ini, data positif Covid-19 setiap hari terus bertambah.

Dan kemungkinan, hari ini pun, data positif covid-19 masih terus bertambah. Pandemi ini masih belum jelas kapan akan berakhir. Masyarakat sendiri masih terus bertanya-tanya, kapan mereka bisa beraktivitas normal kembali seperti sebelum pandemi. 

Sudah barang tentu, pemerintah tidak diam saja. Melalui berbagai kebijakan, dari pemerintah pusat hingga daerah berfokus dalam menuntaskan pandemi ini.

Salah satunya dengan mengalokasikan anggaran belanja ke penanganan Covid-19, juga membuat berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid ini, seperti PSBB di Jakarta, atau PKM di Kota Semarang.

Bahkan setelah kasus Covid agak longgar, maka pemerintah menyusul mengumumkan kenormalan baru, meski ada syarat dan ketentuan berlaku. 

Hingga saat ini, angka positif covid masih belum menunjukkan penurunan. Masyarakat tentu saja tidak bisa hanya duduk diam di rumah, meski ada himbauan “di rumah saja”.

Mereka butuh bergerak, agar dapur tetap mengepul, mereka harus tetap keluar rumah, demi berputarnya roda prekonomian.

Masih ditambah lagi ada kegiatan di bawah undang-undang yang tetap harus berjalan dengan melibatkan rakyat banyak, yaitu pilkada.

Yang tentu dalam pelaksanaannya nanti tetap harus mengedepankan protocol kesehatan. Nah, jadi dibutuhkan kebijakan-kebijakan strategis demi menjaga dan mengutamakan keselamatan masyarakat. 

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman mengatakan bahwa dalam penanganan covid19 pemerintah berperan mendukung anggaran supaya pemerintah dalam menangani covid serius mulai dari pemkot sampai dengan kecamatan maupun kelurahan kelurahan berjalan terus," terangnya.

Menurutnya untuk pos di APBD 2020 masing masing OPD hampir 90 persen untuk penanganan covid 19 termasuk anggaran di DPRD.

"Untuk tahun 2021 pun anggaran untuk penanganan covid karena kita tidak bisa memprediksi kapan berakhirnya covid 19 tapi syukur syukur anggaran tetap disiapkan, harapan kita tahun 2021 pandemi segera berlalu," pungkasnya, saat menjadi narasumber pada Prime Topic Dialig bersama Parlemen Kota Semarang dengan tema "Mengutamakan Keselamatan Rakyat" yang disiarkan langsung MNC Trijaya FM di Ballroom Hotel Noormans,Jalan Teuku Umar no 27, Kota Semarang, senin (7/12/2020).

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam menjelaskan terkait penanganan covid dikota semarang sesuai arahan Kementerian Kesehatan dan BNPB semua yang terkonfirmasi kita lakukan oemeriksaan seperti orang rentan, orang punya riwayat penyakit penyerta juga kita tangani.

Tapi ternyata dengan setrategi seperti itu masyarakat juga jenuh, apalagi dengan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

"Kita punya parameter dengan protokol kesehatan mulai diwilayah kelurahan dengan menerapkan 3 M dilakukan temen temen dipuskesmas dua minggu sekali," terang Hakam

"Beberapa wilayah dikecamatan  atau kelurahan ternyata yang terjadi angka sebaran kasus semakin tinggi," tutupnya.

Pada Kesempatan sama Dosen 
Fisip Undip Retna Hanani mengungkapkan bahwa kebijakan apapun yang harus dilakukan oleh pemerintah tidak bisa dilakukan secara parsial tapi juga harus mempertimbangkan konteks kebijakan lainnya.

Menurutnya jumlah sebaran kasus yang besar terjadi pada masyarakat yang tidak taat pada protokol kesehatan.

Hasil riset ekonomi ditingkat masyarakat menunjukkan hal yang sama ketika situasi ekonomi dibuka, lonjakan kasus terjadi karena adanya aktifitas ekonomi masyarakat," papar Retna.

"Apapun kebijakan dilakukan untuk membatasi masyarakat, juga diharapkan menyediakan semacam proteksi bahwa masyarakat tidak.akan terdampak secara signifikan dari pembatasan itu.

Menurut Retna yang belum dieksplorasi yaitu ketika kita menyuruh masyarakat taat akan protokol kesehatan. Apalagi membatasi aktifitas sehari hari, apakah sudah menyediakan semacam jaring pengaman sosial ? agar mereka tidak mengalami goncangan ekononomi secara signifikan," pungkasnya.

  # M.Taufiq.

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.di

Sumber: Rilis