ROSE EDITORIAL STUDIOBerita tajam dengan ritme visual yang hangat.
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Dinkes dan BBPOM Uji Takjil Secara Acak di Pasar Ramadan

Dinkes dan BBPOM Uji Takjil Secara Acak di Pasar Ramadan
Ilustrasi di ambil dari Google

PEMERINTAHAN - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru menguji takjil (kudapan yang dimakan saat berbuka puasa) secara acak di tiap Pasar Ramadan. Tahun ini, temuan takjil mengandung zat berbahaya, berformalin, maupun mengandung boraks sudah jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Dari hasil pengamatan kami dengan BBPOM, memang ada ditemukan beberapa makanan atau takjil di pasar Ramadan yang tidak layak dikonsumsi. Artinya, ada zat-zat yang dilarang," Ucap Kepala Dinkes Pekanbaru Dokter Zaini Rizaldy, Kamis (6/4).

Warga diimbau lebih selektif membeli jajanan takjil tersebut. Hal itu bisa dilihat dari ciri-ciri fisiknya.

"Kalau warnanya terlampau cerah, itu dikhawatirkan menggunakan zat pewarna. Makanan terbuka tapi tak dihinggapi lalat, itu juga dikhawatirkan mengandung boraks atau formalin," Ungkap Dokter Bob, sapaan akrabnya.

Sebenarnya, banyak tips-tips makanan yang layak dan tidak dikonsumsi. Meski begitu, Dinkes dan BBPOM rutin melakukan pengawasan dengan melakukan uji sampel ke beberapa tempat (Pasar Ramadan).

"Kami memeriksa makanan yang dicurigai. Tapi, kebanyakan warga sudah paham," Terang Dokter Bob.

Sehingga, takjil yang menggunakan zat-zat yang berbahaya mulai berkurang. Pada awal Ramadan, ada ditemukan beberapa takjil mengandung bahan berbahaya.

"Namun, jumlahnya tak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Paling hanya satu atau dua temuan kemarin," Jelas Dokter Bob.

Sumber: Pekanbarugoid