LIVE KAMIS, 27.08.2026 10:31 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 27.08.2026 · 10:31 WIB
CHANNELS

Disbudpar Ingin Wujudkan Petang Belimau Jadi Event Pariwisata Internasional

Disbudpar Ingin Wujudkan Petang Belimau Jadi Event Pariwisata Internasional
Di ambil dari Google

PEMERINTAHAN - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru menggelar berbagai acara di Petang Belimau tahun ini. Diharapkan, Petang Belimau ini menjadi event internasional.

"Kegiatan Petang Belimau ini guna mengembangkan budaya Melayu yang bersendikan ke-Islaman. Agar, budaya ini tidak tergerus arus globalisasi yang dapat menghilangkan jati diri dan nilai-nilai seni budaya," kata Kepala Disbudpar Pekanbaru Masriyah dalam sambutannya di halaman Rumah Tuan Kadi, tepian Sungai Siak, Rabu (22/3).

Tradisi budaya Melayu dikenal hanya masyarakat tertentu selama ini. Diharapkan, Petang Belimau juga dapat dikenali masyarakat lainnya dan dapat menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara.

"Petang Belimau ini juga bertujuan mempererat hubungan silaturahmi di antara umat muslim. Kegiatan ini juga sekaligus mensucikan diri sebelum melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan," ujar Masriyah.

Adapun rangkaian kegiatan di awali dengan berbagai permainan rakyat seperti gasing, tali merdeka, congkak enggrang, dan tam-tam buku di halaman rumah singgah Tuan Kadi sejak pagi. Kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam pendiri Pekanbaru di samping Masjid Raya pada siang hati.

Usai salat Ashar, kegiatan dilanjutkan dengan arak-arakan dari Masjid Raya Pekanbaru menuju ke lokasi Petang Belimau di tepian sungai Siak, Kecamatan Senapelan.

Acara puncaknya adalah pemukulan beduk dan memandikan anak yatim piatu sebagai simbol dimulainya kegiatan petang Belimau. Pj Wali Kota juga memberikan bantuan kepada anak yatim piatu yang dimandikan tadi berupa seperangkat alat salat dan santunan.

"Semoga tradisi budaya Melayu ini dapat menjadi event pariwisata nasional hingga internasional," harap Masriyah.

Sumber: Pekanbarugoid