AKTUALDETIK.COM - Proyek besar Kereta Cepat dua Negara paling maju di Asia Tenggara, Malaysia-Singapura akhirnya berakhir tidak sepakat, atau gagal total pasca pembahasan perkembangan perjanjian kedua Negara itu, 2/2/2021.
Kabarnya Pemerintah Malaysia dan Singapura sepakat membatalkan proyek Kereta Api Berkecepatan Tinggi (High Speed Rail atau HSR) Kuala Lumpur-Singapura. Keputusan pembatalan proyek kereta cepat tersebut diambil setelah kedua belah pihak tidak mencapai kata sepakat menyusul batas waktu penangguhan yang berakhir Kamis malam lalu, 31 Desember 2020.
Informasi tersebut diketahui setelah diberikannya pernyataan bersama, Perdana menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin dan Perdana menteri Singapura, Lee Hsien Loong di Kuala lumpur baru-baru ini.
"Pemerintah Malaysia dan Singapura ingin menyampaikan perkembangan berhubung proyek HSR, terutama mengenai tempoh penangguhan yang berakhir 31 Desember 2020," seperti dikutip dari pernyataan bersama kedua pemerintah, Jumat, 1 Januari 2021.
Untuk perkembangan kelanjutan dari perjanjian kerjasama ini, kedua belah pihak diketahui telah melakukan serangkaian pembahasan, terkait dampak dari Pendemi Covid 19 yang telah memporak-porandakan perekonomian kedua Negara, namun diketahui dari perhitungan akibat Covid 19 itu, kedua Negara gagal mencapai kesepakatan.
Atas hal itu, Menteri Ekonomi Malaysia, Mustapa Mohamed menjelaskan, sejumlah perjanjian yang ditetapkan dalam kesepakatan pada tahun 2016 dinilai tak lagi fisibel jika diteruskan saat ini. Hak itu didasarkan pada perekonomian dan kondisi fiskal Negara terimbas akibat dampak besar oleh pandemi Covid-19 sehingga disebutnya perlu ada perubahan struktur dan desain proyek lebih lanjut.
Awalnya pada september 2010, Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, pernah menyebutkan proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura dimulai melalui Program Transformasi Ekonomi untuk mengubah Malaysia menjadi negara berpenghasilan tinggi.
Proyek ini pertama kali diumumkan pada tahun 2013 silam. Proyek kereta cepat dengan lintasan sepanjang 350 kilometer yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura itu diestimasikan memakan biaya sekitar US$ 17 miliar atau setara dengan Rp 237 triliun (asumsi kurs Rp 13.945 per dolar AS).
Kereta cepat Kuala Lumpur-Singapura ini awalnya didesain sebagai moda perjalanan alternatif antara dua mesin ekonomi yang paling dinamis dan berkembang pesat di Asia Tenggara. Proyek ikonik itu akan mencakup tujuh stasiun di Bandar Malaysia, Sepang-Putrajaya, Seremban, Melaka, Muar, Batu Pahat dan Iskandar Puteri, sebelum mencapai tujuan terakhirnya di Jurong East, Singapura.
Konektivitas itu diharapkan bisa membuat bisnis menjadi lebih produktif dan mengakses pasar yang lebih luas. Sedangkan publik akan menikmati pengalaman perjalanan yang lebih baik dengan waktu tempuh lebih pendek, hanya 90 menit dari Kuala Lumpur ke Singapura. Selain itu perjalanan akan nyaman melalui pusat kota dan koneksi tersedia di sepanjang koridor.
Kereta cepat Kuala Lumpur - Singapura ini juga tak hanya merupakan proyek transportasi. Lebih dari itu, proyek ini diharapkan menjadi pendorong menuju pembangunan sosial-ekonomi di Kuala Lumpur dan kota-kota perantara di sepanjang koridor kereta cepat, dimulai dengan klaster ekonomi yang berpusat di sekitar tiap stasiun.
(Yuliana)
Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA: 0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA
Mohon dilampirkan data pribadi





