ONLINEBerita terkini. Ringkas. Relevan.
Tabloid NarasiInformasi Berita Lewat Tulisan
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana PusatBerikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan KompetensiRibuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang PilkadaHulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako PekanbaruDalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan KerjaMasyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUPKhanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif TerbaruBaru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-KatungPro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya

Tolak Politik Uang

Ketua Bula Raya Milenial Club, Tolak Politik Uang

Ketua Bula Raya Milenial Club, Tolak Politik Uang
Ketua Bula Raya Milenial Club, Gason, Tolak Politik Uang Pada Pilkada serentak Kabupaten Seram Bagian Timur

MALUKU AKTUALDETIK.COM - Ketua Bula Raya Milenial Club, Gason, tegaskan kembali soal praktik Money Politik (Politik Uang), tidak boleh terjadi pada pilkada serentak di Kabupaten Seram Bagian Timur, 5/12/2020.

Sekalipun diakuinya, bahwa masih kerap terjadi perbuatan money politik di setiap kegiatan Pemilihan kepala Daerah, namun ia menyebutkan hal itu sebagai bentuk tindakan berpolitik yang tidak baik, karena akan melahirkan pemimpin Korup dan tidak akan mencerdaskan masyarakat dalam berdemokrasi.

Menurutnya, demokrasi sesungguhnya memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihan terhadap partai politik (parpol), maupun figur berdasarkan keyakinan dan harapan akan perubahan di Kabupaten seram bagian Timur.

Gason, ketua Bula Raya Melinial Club, Mengatakan Bahwa Pemuda yang juga terlibat dalam proses demokrasi justru sering terjebak dan akhirnya berada dalam lingkaran permainan money politic.

“Ini sebenarnya sudah merusak tatanan demokrasi yang seharusnya memberi pembelajaran politik, ” Tegasnya.

Karena sampai kapanpun, kata dia, kalau masih ada yang namanya money politic, tidak akan menghasilkan pemilih yang cerdas. Begitu juga akan berpeluang tidak bisa menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas.

“Pemuda yang di Juluki sebagai Pembaharuan adalah generasi penerus bangsa, harusnya jangan terjebak dan bisa menjadi contoh sekaligus bisa ikut memerangi gaya permainan oknum yang memanfaatkan masyarakat dengan uang, untuk kepentingan politik, ”ungkapnya

Hal senada juga disampaikan oleh sekretaris Bula Raya Milenial Club, Suyatno Pattikupan, S.Sos, kepada awak media ini mengatakan,  KPU, Bawaslu, ,Panwas, dan PKK, maupun aparat juga harus berani mengambil sikap tegas dengan sanksi yang berat, apabila Ketika ada yang bermain Manoy Politik akan di tindak lanjuti secara Hukum yang berlaku dalam setiap proses politik.

Sementara ini proses Proses Demokrasi di kabupaten Seram bagian timur dalam Kondisi Pendemic Covid 19 ,Namun bagaimana Masyarakat pun juga bisa menjaga sebuah proses Pemilihan Pada tgl 9 Desembar 2020.

“Karena semua pasti berharap demokrasi di Indonesia akan lebih baik. Biarkanlah masyarakat memilih dengan keyakinannya, bukan karena dibeli dengan uang, Pungkas Gason.

(Erwin Syah)

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau mengetahui kejadian/peristiwa dimanapun atau ingin berbagi foto dan video, silakan dikirim ke nomor WA:  0812 6830 5177 - Atau EMAIL redaksi : aktualdetik19@gmail.com.
JANGAN LUPA 
Mohon dilampirkan data pribadi


 

Sumber: Kutipan/Rls