LIVE KAMIS, 27.08.2026 09:33 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 27.08.2026 · 09:33 WIB
CHANNELS

Klaster Keluarga Sangat Mendominasi Di Kota Semarang

Klaster keluarga meningkat

Klaster Keluarga Sangat Mendominasi Di Kota Semarang
Tavip S, Pjs. Walikota Semarang kepada awak media, saat operasi yustisi di sekitar kawasan banjir kanal, Semarang Barat.

SEMARANG AKTUALDETIK.COM  - Peningkatan paparan pendemi Covid 19 yang terjadi di Semarang beberapa hari ini, didominasi oleh klaster keluarga yang semakin meningkat. Dan hampir merata. Sebab jika sekeluarga terpapar, akan cepat menjalar.

"Jadi klaster keluarga ini sangat tinggi di Kota Semarang. Satu keluarga ada 6 hingga 7 orang yang terpapar. Sehingga kita selalu mengingatkan kepada masyarakat Kota Semarang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan," jelas Tavip S, Pjs. Walikota Semarang kepada awak media, saat operasi yustisi di sekitar kawasan banjir kanal, Semarang Barat.

Oleh sebab itu, ke depan akan selalu dievaluasi setiap kegiatan masyarakat. Terutama tempat-tempat publik yang menyebabkan kerumunan massa.

Selanjutnya, dalam mengantisipasi semakin meningkatnya masyarakat yang terpapar Covid 19 di Kota Semarang, telah diadakan operasi yustisi penerapan protokol kesehatan

Harapannya, dalam beberapa hari kedepan bisa turun jumlah penderita Covid 19 di Kota Semarang, sehingga masyarakat merasa aman menjelang pelaksanaan Pilkada mendatang.

"Semoga menjelang pilkada ini Covid sudah turun, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melaksanakan aktifitas," harap Tavip.


Absa

Bagi masyarakat yang memiliki informasi atau kejadian/peristiwa ditengah masyarakat,
atau berbagi foto dan video, silahkan chat ke 0812 6830 5177 atau
Email redaksi : aktualdetik19@gmail.com
Mohon dilampirkan data pribadi.

Sumber: Rilis