LIVE KAMIS, 27.08.2026 14:25 WIB
BREAKING
Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya Jangan Tutup Program Makan Bergizi Gratis, Rezha Fahlevi: Anak-Anak Indonesia Jangan Jadi Korban 18 Rumah Warga Sialang Sakti Digusur Demi Taman, Kades Dinilai Kejar Ambisi Dana Pusat Berikut Pesan Kasat Pol PP Kampar Pada Anggota Yang Ikut Peningkatan Kompetensi Ribuan Massa Akan Demo di Polda Riau, Terkait Isu-Isu Miring Jelang Pilkada Hulubalang Uun Siap Menangkan Muflihun-Ade Hartati Bertarung Di Pilwako Pekanbaru Dalam Aksinya, Tunas Muda Pelalawan Kecam PT Arara Abadi Abaikan Keselamatan Kerja Masyarakat 3 Desa di Kecamatan Langgam Kembali Duduki Lahannya, Ancam Batalkan Kerja Sama Dengan PT MUP Khanza Maryam Tour Nusantara Pekanbaru bersama Razqya Gallery Lounching Series 12 Motif Terbaru Baru Dua Bulan Ditinggalkan Muflihun, Honor RT/RW Pekanbaru Kembali Terkatung-Katung Pro Uun Akan Dideklarasikan, Abdul Khair : Tunggu Tanggal Mainnya
Tabloid Narasi
LIVE NETWORK 27.08.2026 · 14:25 WIB
CHANNELS

AMATIR Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Mafia Proyek Secara Masif Terstruktur di Pelalawan

AMATIR Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Mafia Proyek Secara Masif Terstruktur di Pelalawan

Pelalawan - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Amanah Rakyat Indonesia (LSM AMATIR) Nardo Pasaribu SH buka suara terkait dugaan Korupsi dan akan segera laporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH), Kamis (19/1).

Nardo menyebutkan jika proyek Penanaman dan pembangunan penguatan tebing secara ekohidrolika diduga telah dikorupsi oleh oknum-oknum secara masif dan terstruktur.

Proyek tersebut terletak di wilayah Kelurahan Teluk Dalam, Desa Tanjung Sum, Desa Teluk, Desa Segamai Bakau kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan.

"Berdasarkan kondisi fisik dilapangan kita peroleh data yang memunculkan dugaan telah terjadi kecurangan (korupsi-red) atas proyek Penanaman dan Penguatan pinggir sungai itu," terang Nardo.

Kontraktor atas proyek ini ialah CV Berkah Usaha Bersama nilai kontrak Rp1,666 Miliar, CV Robi Brother (Rp1,606 Miliar), CV Difani Jaya Mandiri (Rp1,602 Miliar) dan CV. Tamin Putera (Rp1,615 Miliar).

"Berdasarkan investigasi lapangan, disana tak satupun kami temukan adanya papan penjelasan tentang proyek itu," ungkap Nardo.

Lanjutnya, berdasarkan informasi yang kami dapat juga bahwa pengerjaan itu diduga di motori oleh oknum berinisial 'T'.

"Kami mendapatkan bukti dan beberapa keterangan jika ternyata kegiatan itu dikendalikan oleh satu orang," sebut Nardo.

Kemudian Nardo juga menduga ada kesengajaan pemulusan untuk  pembayaran pelunasan proyek ini.

"Proyek bermasalah, kok bisa dibayarkan lunas oleh dinas PUPR Pelalawan. Jangan-jangan ada praktik main mata sehingga kondisi ini bisa semasif dan terstruktur seperti itu," sesal Nardo.

Terakhir Nardo menyampaikan jika pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk segera melaporkan terkait dugaan Korupsi ini.

"Secepatnya kita akan memasukkan laporan ke Kejati Riau, kita ingin praktik korupsi tak terulang dan Pelalawan bersih dari mafia proyek," pungkasnya.

KONFIRMASI:
Menanggapi hal permasalahan di atas, awak media melakukan konfirmasi kepada Kadis PUPR Pelalawan, Joko melalui pesan WhatsApp di nomor 0812-6707-6***.

Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media jika pengerjaan terdapat beberapa kejanggalan sebagai berikut:
1. Pekerjaan belum 100% selesai berdasarkan data fisik dilapangan memiliki kekurangan volume.
2. Tidak terdapat papan penjelasan proyek tentang pekerjaan tersebut.
3. Terdapat informasi jika proyek tersebut diduga di monopoli oleh oknum berinisial T.
4. Sejauh mana pengawasan terhadap proyek tersebut dan mengapa dilakukan pelunasan.

Konfirmasi di atas juga dilayangkan kepada PPTK PUPR Pelalawan, Latif melalui nomor WhatsApp 0822-4419-3***.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PUPR Pelalawan tak kunjung memberikan jawaban. TIM

Sumber: Rilis
Tag berita